Pelarian Rohingya di Bangladesh Kembali ke Myanmar

by
Anggota penjaga perbatasan Bangladesh (BGB) berjaga-jaga karena menahan pelarian Rohingya pada tanggal 18 Juni 2012. Foto: Reuters

Wartapilihan.com, Dhaka – Ratusan warga Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh kembali ke Rakhine Utara pada Ahad (19/2), kata pemimpin Rohignya di pengungsian. Warga tersebut kembali sementara untuk mengunjungi anggota keluarganya yang ada di Rakhine Utara.

Dudu Mia, pemimpin kamp pengungsian di Kota Teknaf, mengatakan, hampir seribu warga Rohingya—sebagian besar laki-laki muda—kembali ke kampung halaman mereka untuk mengunjungi anggota keluarga mereka yang sudah lanjut usia yang mereka tinggalkan sebelumnya.

“Sebagian besar berharap mereka dapat membawa anggota keluarga mereka kembali ke Bangladesh. Sudah empat bulan dan mereka tidak pernah berbicara dengan orang tua mereka di kampung halaman,” kata Mia kepada AFP.

Militer Myanmar telah menghentikan operasi di Rakhine Utara, seperti dikatakan oleh pejabat senior pada pekan lalu. Keputusan tersebut mengakhiri tindakan kekerasan selama empat bulan yang PBB menyatakan sangat mungkin terjadi kejahatan kemanusian dan pembersihan etnis.

Pemerintah Bangladesh memperkirakan ada sekitar 400 ribu warga Rohinya yang ada di negaranya, termasuk 70 ribu orang yang tiba karena operasi militer pada Oktober 2016.

Mereka melarikan diri dari Rakhine Utara untuk menghindari tindak kekerasan, pemerkosaan, dan pemukiman mereka telah dibakar oleh pihak keamanan Myanmar.

Pemimpin Rohingya lainnya mengatakan, sebagian pengungsi yang meninggalkan Bangladesh secara permanen karena rumah mereka tidak dirusak oleh militer Myanmar dan mendapatkan jaminan perlindungan.

“Mereka meninggalkan (rumah mereka) karena mereka panik. Mereka tidak ingin tinggal di sini (Bangladesh) sebagai pengemis, tetapi mereka akan hidup di rumah dan bekerja di tanah mereka sendiri,” kata seorang pemimpin pengungsi Rohingya tanpa mau menyebutkan identitasnya.

Penjaga perbatasan Bangladesh menegaskan, beberapa pengungsi Rohingya telah kembali ke Myanmar.

“Sejumlah orang Rohingya dilaporkan telah kembali ke rumah pada beberapa terakhir, tetapi kami tetap waspada terhadap infiltrasi ilegal,” kata komandan lokal Abujar Al-Jahid.

Sebuah citra satelit yang dipublikasikan oleh Human Right Watch (HRW) menunjukkan bagaimana tentara Myanmar membakar desa Rohingya.

Kebanyakan Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh kini hidup degan kondisi kumuh di kamp pengungsian di Cox’s Bazar, sebuah perbatasan yang juga menjadi resor wisata terbesar di Bangladesh.

Reporter: Moedja Adzim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *