Radikalisme menyadarkan dan menginspirasi jutaan orang untuk melakukan perubahan besar. Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia dijejali istilah radikal dan radikalisme yang dianggap berbahaya.
Genderuwo Radikalisme
Genderuwa (dalam pengucapan Bahasa Jawa: “Genderuwo”) dalam Wikipedia adalah “Mitos”. Sekali lagi wujud Genderuwo itu hanya “Mitos” bukan fakta. Wartapilihan.com, Jakarta –Konon
Idiologi Radikalisme
Istilah radikalisme terus digelindingkan oleh Pemerintah. Semua Kementrian dititipi untuk mewaspadai dan mengontrol keterpaparan radikalisme. Sebelas Kementrian dan Lembaga Negara sepakat membuat
Reuni 212, Mengukur Kekuatan Oposisi
Pilpres sudah usai. Jokowi presidennya. Lepas kontroversi yang terus jadi memori, Jokowi sudah dilantik. Bahkan sudah juga melantik para pembantunya di kabinet.
Adabiyah, Bukan Sungsang!
Sistem pendidikan Islam adalah apa yang disebut pendidikan beradabiyah atau bersistem adab. Adab di sini memiliki makna susunan. Jadi pendidikan beradabiyah adalah
10 November 2019: Hari Bersejarah di Kota Bandung
Oleh: Dr. Adian Husaini(Direktur Attaqwa College, Depok) Pada 10 November 2019, Kota Bandung, Jawa Barat, kembali mencatatkan sejarah penting. Ibu Kota Propinsi
Banyak Mahasiswa Bunuh Diri: ADA APA?
Oleh: Dr. Adian Husaini (Direktur At-Taqwa College, PP Attaqwa Depok) Pada 12 Oktober 2019, Kompas.com menampilkan berita berjudul: “20 Persen Mahasiswa di
Generasi Gemilang atau Generasi Bingung?
Seorang pakar ekonomi dari Malaysia menghadiahi saya sebuah buku menarik, berjudul Tragedy and Hope: A History of The World in Our Time
Lebih Tepat ‘Ekstrimisme’ Daripada ‘Radikalisme’
Oleh: Dr. Adian Husaini (Wartawan Harian Republika tahun 1993-1997) Kata ‘radikal’ dan ‘radikalisme’ masih menjadi perbicangan panas di Indonesia, menyusul pernyataan sejumlah
Pidato Mimpi Jokowi
Jokowi menyebut dalam pidatonya pasca pelantikannya beberapa hari yang lalu, bahwa pendapatan rakyat Indonesia di tahun 2045 sebesar Rp.27 juta per kepala

