Di sudut Pojok UMKM Sektor Mutiara, Perumahan Permata Depok, tampak seorang pria lansia berusia sekitar 70 tahun berdiri mematung. Wajahnya menyiratkan kebingungan yang mendalam sembari menggenggam erat sebuah ponsel lawas beserta kabel pengisinya.
Wartapilihan.com, Depok– “Sedang apa, Pak?” tanya penulis yang kebetulan melintas. Rasa curiga sempat terlintas sejenak, namun seketika sirna begitu mendengar jawaban lirih sang bapak. Ternyata, beliau adalah warga yang biasa menumpang mengisi daya ponsel di tempat tersebut, namun hari itu ia mendapati aliran listriknya sudah tidak ada.

Ironi Fasilitas Umum bagi Masyarakat Kecil
Kenyataan pahit harus diterima sang bapak. Pojok UMKM tersebut telah resmi ditutup karena dianggap melanggar peruntukan lahan setelah menerima somasi dari pihak sektor tetangga. Kejadian ini memotret realitas sosial yang kerap luput dari pandangan: fasilitas sederhana seperti akses listrik untuk mengisi daya ponsel kini semakin sulit ditemukan di ruang publik.
Berdasarkan penuturan sang bapak, bahkan rumah ibadah kini banyak yang meniadakan atau menghilangkan stopkontak yang bisa digunakan oleh umum. Memang, akses listrik tersedia di kedai kopi, kafe, atau restoran modern. Namun, bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi, tempat-tempat komersial tersebut menjadi dinding pembatas yang sulit diakses.
Peran Filantropi Melalui Green Wakaf
Menanggapi fenomena ini, penulis mengenal sebuah Yayasan di komplek Permata Depok, dimana penulis tinggal. Namanya Yayasan Al-Ihsan Permata Depok. Yayasan ini melalui program Green Wakaf dapat mengambil peran strategis untuk memfasilitasi siapa saja yang berada dalam situasi darurat dan memerlukan tempat mengisi daya ponsel.
Langkah ini sejalan dengan rekam jejak Yayasan Al-Ihsan yang selama ini telah banyak berkontribusi bagi masyarakat. Saat ini, yayasan tersebut telah menyediakan berbagai fasilitas gratis, di antaranya:
- Air minum isi ulang gratis untuk masyarakat umum.
- Koneksi internet gratis untuk mendukung kebutuhan digital.
- Program petik hasil kebun gratis yang disediakan bagi warga.
- Penyediaan ruang terbuka untuk berbagai acara yang dapat digunakan warga
Ekosistem Kebaikan yang Sukarela
Sistem yang dibangun oleh yayasan ini pun sangat menyentuh sisi kemanusiaan. Meski semua fasilitas disediakan tanpa pungutan biaya, yayasan tetap membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berdonasi. Menariknya, muncul fenomena di mana sebagian masyarakat yang peduli justru tidak mengambil manfaat gratisnya, melainkan ikut memberikan donasi untuk mendukung keberlangsungan fasilitas tersebut.

Penyediaan fasilitas stopkontak gratis diharapkan dapat melengkapi layanan bagi umat, memastikan bahwa ruang publik tetap ramah bagi mereka yang membutuhkan bantuan sederhana namun krusial.
Ayo Green Wakaf Al-Ihsan…mainkan peluang amal ini!
Abu Faris, Praktisi Urban Farming-Permaculture Certified

