Kuatnya cengkeraman WTO dalam mempengaruhi kebijakan-kebijakan di sektor pertanian tidak hanya merusak kedaulatan petani kecil di Indonesia, tetapi juga petani-petani kecil di
2 Hektar Lahan Sawit di Kapuas Hilir Terbakar
Gelitik Ritel: Siasat Cerdik Warung Madura, T
Menjaga Jempol, Merawat Bangsa: Menangkal Hoa
Menjaga Nalar dan Karakter Warga Negara di Ru
Menjaga Jati Diri Gen Z: Mengapa Pendidikan KWarta Pilihan
Ada Bercak Coklat di Daun Hijauku!
Seorang teman berkeluh kesal karena pohon lengkeng yang sudah lama dinanti tak kunjung berbuah. Sudah berbagai cara dilakukan. Baik yang persuasif sampai
Urine, Terlalu Sayang Untuk Dibuang
Hampir semua nitrogen dan fosfor yang kita konsumsi keluar dari tubuh kita dan kita buang percuma saat BAK (buang air kecil— bagaimana
MUI: Masalah Papua Harus Hati-hati
Jika tidak ditangani dengan hati-hati dan serius, maka akan menimbulkan perseteruan lebih luas. Wartapilihan.com, Jakarta — Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta kepada
Penelitian Abdul Aziz Bertentangan dengan Syariat Islam
Hal ini juga berbahaya karena bertentangan dengan Syariat Islam serta norma hukum yang berlaku di Indonesia, antara lain yang diatur dalam UU
UU JPH Diakui Sulit Diimplementasikan
Masih banyak proses dan tantangan yang harus diselesaikan jika UU JPH ingin wajib. Wartapilihan.com, Jakarta — Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan
Papua Haram Lepas
Agama Islam melarang kaum muslimin melepaskan satu daerah atau wilayah negara yang sudah dikuasai oleh rakyat dan umat Islam walau harus menghadapi
PD Persis Jakarta Utara Gelar Musyda Keenam
Musyda diharapkan dapat menghasilkan terobosan dan inovasi dalam dakwah, sehingga pesan yang diinginkan sampai kepada masyarakat. Wartapilihan.com, Jakarta — Pimpinan Daerah Persatuan
Cendikiawan Malaysia: Substansi Ilmu adalah Taqwa kepada Allah
Prof Wan mengatakan, dua faktor besar jatuhnya sistem ekonomi dan sistem militer adalah jatuhnya sistem ilmu. Dimana para sarjana merasa angkuh, merasa
Papua Lepas, Jokowi Turun!
Penanganan kerusuhan Papua sering dibandingkan dengan penanganan “kerusuhan” di depan Bawaslu 21-22 Mei yang lalu. Dengan nada sinis publik melihat “kegarangan” penanganan










