Dari Karawang ke Jakarta, Petani Menuntut Hak

by

Wartapilihan.com, Jakarta – Semangat pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dalam melakukan reformasi agraria kembali mendapat tantangan. Sejak Selasa pekan lalu (14/3), 217 petani Karawang melakukan jalan kaki dari kampungnya, Teluk Jambe Barat, ke Jakarta untuk berunjuk rasa.

“Kami berunjuk rasa sejak Jum’at di depan Istana Negara, namun belum juga diterima Presiden Jokowi,” terang juru bicara Serikat Tani Teluk Jambe Bersatu, Aris Wiyono, kepada wartawan di Jakarta, Senin (20/3). Teluk Jambe adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Karawang. Menurut Aris, tujuan utama kedatangan para petani ke ibukota untuk mengadukan perampasan lahan garapan mereka oleh PT Pertiwi Lestari. “Kami sudah mengadukan ke pemerintah daerah, tetapi tidak ada hasilnya. Sejak 2012, perusahaan memasang plang dengan klaim kepemilikan lahan, tetapi tidak pernah menunjukkan surat-surat kepemilikan,” tambah dia.

Setelah 4 tahun berselang, perusahaan sudah berani memasang pagar. “Mereka bahkan mengerahkan preman untuk berhadapan dengan warga,” ucap Aris. Padahal sejak Januari lalu, sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Karawang, Wawan Setiawan sudah berjanji utuk menghentikan kegiatan tersebut karena ketiadaan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Aris menjelaskan, pihaknya akan terus bertahan sampai pemerintah mau menerima dan mendengarkan tuntutan mereka. “Ada beberapa tuntutan kami, yakni tegakkan UU Pokok Agraria tahun 1960, laksanakan Keppres no. 5 tahun 1960, dan tegakkan Pasal 33 ayat 3 1945,” tegas dia. Selain berbagai landasan hukum itu, ia juga menuntut pemerintah untuk mencabut Hak Guna Bangunan (HGB) PT. Pertiwi Lestari, hak atas tanah dan penggunaan lahan oleh petani, juga penghentian kriminalisasi terhadap para pejuang agraria di sana. “Kami meminta Jokowi menjadikan Nawacita sebagai cita-cita nyata, bukan retorika.” kata Aris.

Selama di Jakarta, para petani menetap di kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Siang ini, mereka berpindah tempat ke Panti Asuhan Muhammadiyah di Tanah Abang, dengan long march melewati Bunderan HI. Dalam pantauan Warta Pilihan, mereka menetapi ruang aula panti asuhan. Beberapa karung pakaian bantuan, makanan, dan minuman tersedia. Relawan dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), PP Pemuda Muhammadiyah, PP Nasyiatul Aisyiyah, dan Dompet Dhuafa mendampingi mereka. |

Reporter : Ismail al Alam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *