Bali Diterjang Banjir, Ribuan Warga Terdampak dan Mengungsi

by

 

Hujan deras yang mengguyur Provinsi Bal sejak Selasa (9/9) hingga Rabu (10/9) telah menyebabkan banjir di tujuh kabupaten/kota, termasuk Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Wartapilihan.com, Denpasar-– Bencana ini mengakibatkan meluapnya sejumlah sungai besar seperti Tukad Badung, Yeh Ho, dan Sungai Empas, merendam pemukiman warga dengan ketinggian air antara 50 cm hingga 3 meter.

Banjir telah berdampak pada 1.237 Kepala Keluarga atau sekitar 3.711 jiwa. Sebagian warga yang terdampak, total 597 orang, harus mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman. Bencana ini juga menyebabkan 16 orang meninggal dunia, 30 orang luka ringan, dan 1 orang masih dinyatakan hilang. Kerugian materiil juga cukup besar, tercatat 5 rumah rusak berat dan 920 rumah rusak sedang. Selain itu, 30 sekolah, 1 gedung, 1 pasar, dan 474 ruko juga terendam dan mengalami kerusakan berat.

Pemerintah Provinsi Bali dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama tujuh hari, mulai 10 hingga 17 September 2025. Saat ini, kondisi banjir di sebagian besar wilayah sudah surut. Petugas gabungan di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar sedang berupaya menyedot sisa genangan air dan membersihkan area pemukiman serta fasilitas umum.

Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali juga bergerak cepat dengan berbagai kegiatan, seperti mendistribusikan air bersih, melakukan pembersihan lingkungan, memberikan pelayanan kesehatan, dan evakuasi.

Bantuan dari PMI Pusat senilai Rp 257 juta juga telah dikirimkan, termasuk hygiene kit, selimut, dan kebutuhan pokok lainnya. PMI juga menyediakan dapur umum yang telah melayani 3.000 jiwa serta mendistribusikan ribuan paket makanan siap saji dan sembako.