“La Falsa Promesa del ChatGPT”

by

Tulisan “La Falsa Promesa del ChatGPT” karya Noam Chomsky, Ian Roberts, dan Jeffrey Watumull, yang pertama kali terbit di The New York Times, menyuguhkan kritik tajam terhadap euforia dan kekhawatiran yang menyelimuti kemajuan kecerdasan buatan, khususnya model bahasa seperti ChatGPT.

Wartapilihan.com, Jakarta– Esai ini bukan sekadar menyoroti keterbatasan teknis, melainkan juga membedah akar filosofis dan etis dari teknologi yang kini tengah digandrungi publik.

Antara Optimisme Teknologi dan Ilusi Kecerdasan

Penulis mengawali dengan menggarisbawahi paradoks zaman: di tengah gelombang investasi dan perhatian pada AI, mereka menilai bahwa ChatGPT dan sejenisnya hanyalah “marvel” statistik yang jauh dari kecanggihan pikiran manusia. Mesin-mesin ini, menurut mereka, hanya mampu mengolah data dalam jumlah masif untuk menghasilkan respons yang secara statistik paling mungkin, tanpa benar-benar memahami atau menciptakan makna[1][7].

Kritik utama mereka terletak pada perbedaan mendasar antara cara kerja AI dan pikiran manusia. Jika manusia, dengan “gramatika universal” yang tertanam secara biologis, mampu membangun penjelasan dan teori dari sedikit informasi, maka ChatGPT hanyalah mesin probabilitas yang tidak mampu membedakan antara kemungkinan dan kemustahilan. AI bisa saja “belajar” bahwa bumi itu bulat atau datar dengan kemudahan yang sama, karena ia tak memiliki kerangka rasional yang membatasi penalaran seperti manusia[1][4].

Keterbatasan Penjelasan dan Moralitas

Tulisan ini menyoroti bahwa kecerdasan buatan, khususnya model berbasis pembelajaran mesin, hanya mampu mendeskripsikan dan memprediksi, namun gagal memberikan penjelasan kausal yang menjadi inti dari pemikiran manusia. Sebuah AI bisa menebak bahwa apel akan jatuh jika dilepaskan, namun tak mampu menjelaskan mengapa-ia tidak mengenal konsep gravitasi atau hukum fisika[1][5]. Inilah yang membedakan prediksi statistik dengan penjelasan ilmiah sejati.

Lebih jauh, para penulis menyoroti masalah moralitas. AI seperti ChatGPT, yang tidak memiliki kesadaran atau nilai-nilai moral, akhirnya dibatasi secara kasar oleh para pengembangnya agar tidak menimbulkan kontroversi. Akibatnya, kreativitas dikorbankan demi “amoralitas” yang steril. Dalam contoh dialog tentang etika terraformasi Mars, ChatGPT hanya mampu merangkum argumen tanpa mengambil sikap, menegaskan ketidakmampuannya untuk benar-benar berpartisipasi dalam diskursus etis[1][2].

Antara Banalitas dan Bahaya

Esai ini secara provokatif menyamakan respons AI yang netral dan tanpa komitmen sebagai bentuk “banalitas kejahatan”-plagiarisme, apati, dan pengalihan tanggung jawab kepada penciptanya. AI, menurut para penulis, tidak pernah benar-benar “salah” atau “benar”; ia hanya mengulang pola, tanpa kemampuan untuk mengoreksi atau mengkritik dirinya sendiri[1][3].

Kesimpulan dan Relevansi untuk Indonesia

Tulisan ini menawarkan perspektif penting di tengah arus besar digitalisasi dan adopsi AI di Indonesia. Ia mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi tidak boleh membutakan kita terhadap keterbatasan mendasar mesin-baik dari sisi penalaran, kreativitas, maupun moralitas. Dalam konteks kebijakan publik dan pendidikan, penting untuk memahami bahwa AI adalah alat, bukan pengganti nalar manusia. Euforia terhadap AI perlu diimbangi dengan pemahaman kritis dan etis, agar teknologi benar-benar menjadi pelayan kemanusiaan, bukan sekadar tiruan canggih yang dangkal[1][4][5].

Catatan Akhir

Tulisan Chomsky dan kolega layak menjadi bahan renungan bagi pembaca, terutama mereka yang terlibat dalam pengambilan keputusan, pendidikan, dan pengembangan teknologi. Di tengah derasnya arus inovasi, jangan sampai kita kehilangan daya kritis dan kepekaan terhadap esensi berpikir manusiawi-yang tak tergantikan oleh mesin mana pun.


Referensi:
[1] 860782308-La-falsa-promesa-del-ChatGPT-Noam-Choasky.pdf
[2] palabrapublica.uchile.cl/la-falsa-promesa-del-chatgpt/
[3] sinpermiso.info/textos/la-falsa-promesa-de-chatgpt
[4] vanguardia.com.mx/tech/noam-chomsky-la-falsa-promesa-de-chatgpt
[5] arteesetica.org/noam-chomsky-la-falsa-promesa-de-chat-gpt
[7] hypernoir.com/noam-chomsky-la-falsa-promesa-del-chatgpt/