Politisi PDIP Berniat Kuasai HA IPB

by

Tak cuma petahana, politisi pun bernafsu untuk menguasai jabatan Ketua Umum (Ketum) Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB). Dialah Arif Budimanta, yang maju sebagai calon Ketum HA IPB periode 2017-2022. Ia satu paket dengan calon Sekretaris Jendral (Sekjen) Gogod Tujuanto.
Pemilihan Paket Ketum-Sekjen akan berlangsung dalam Musyawarah Nasional (Munas) V HA IPB.
Munas digelar pada 16-17 Desember di IPB International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, dengan tema “Alumni IPB Berhimpun Kuat, Pertanian Berdaulat”.
Arif Budimanta Sebayang, alumnus Jurusan Tanah IPB angkatan 23 (tahun 1986). Ia menyelesaikan S2 dan S3 di Universitas Indonesia.
Mantan anggota DPR RI periode 2009-2014 dari Fraksi PDI Perjuangan, ini menjadi orang kepercayaan (alm) Taufik Kiemas. Ia misalnya, didapuk sebagai Wakil Ketua Fraksi PDI-P.
Kini, Arif Budimanta termasuk tangan kanan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI-P.
Arif memegang jabatan antara lain sebagai Direktur Eksekutif Megawati Institute yang didirikan pada 2009. Lembaga ini kemudian diperkuat dengan Prof Musdah Mulia.
Pada 2013, DPP PDI-P menetapkan Profesor Musdah Mulia sebagai Direktur Megawati Institute. Musdah termasuk salah satu tokoh feminis-liberal yang mengkritik kandungan Al Qur’an. Menurutnya, Al Qur’an tidak pernah melarang relasi seksual sejenis (homo maupun lesbi). Musdah juga mengusulkan agar kolom agama dihapuskan dari KTP.
Atas ‘’keberanian’’-nya, Musdah mendapat penghargaan ‘’Women of Courage’’ dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat pada Hari Perempuan Dunia 8 Maret 2007.
Arif Budimanta juga salah satu anggota Timses Jokowi-JK pada Pilpres 2014. Sempat disebut-sebut sebagai kandidat menteri (diusulkan sebagai Menkeu) oleh PDI-P. Walau akhirnya gagal, Arif tetap dipakai sebagai Staf Khusus Menteri Keuangan.
Sekarang Arif masuk dalam tim ekonomi Jokowi, sebagai Wakil Ketua KEIN (Komite Ekonomi dan Industri Nasional) yang dibentuk pada Januari 2016.
Salah satu produk kajian strategis KEIN adalah meyakinkan Jokowi bahwa ekonomi dan daya beli masyarakat tidak melemah. Namun klaim KEIN ini bertentangan dengan berbagai indikator ekonomi dan rilis data dari Badan Pusat Statistik yang menyebutkan sebaliknya. (bowo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *