KH Ahmad Shabri Lubis: Allah Kalahkan Umat Islam Karena Penyakit Wahn

by
KH Ahmad Shabri Lubis pada Tabligh Akbar di Garut

Wartapilihan.com, Jakarta – Ribuan umat Islam dari berbagai daerah dan pimpinan Ormas Islam seksama mendengarkan tausiyah dari Ketua Front Pembela Islam DKI Jakarta KH Ahmad Shabri Lubis.

Dia menyatakan, gerakan Aksi Bela Islam (ABI) sejak awal terus mendapat penolakan. Salah satunya ketika terlaksana di Masjid Istiqlal. Namun, kali ini, kata dia, Allah membangunkan kembali persatuan Umat Islam melalui kegiatan Tabligh Akbar.

“Ukhuwah islamiyah melahirkan mahabbah di antara umat Islam. Kalau sudah mahabbah (cinta), tidak ada yang dapat menghalangi umat Islam,” ungkapnya di atas panggung utama.

Dia mencontohkan, perang Badar yang menjadi kemenangan Umat Islam. Allah persaudarakan kaum Muhajirin dan kaum Anshar. Umat Islam, lanjutnya, meskipun jumlah hanya 300 dapat mengalahkan 1.000 kaum kafirin.

“Setelah itu, pada Perang Uhud dari 1.000 umat Islam meskipun awalnya kalah. Setelah itu Allah kasih kemenangan. Bukan karena banyaknya jumlah umat Islam tetapi karena pertolongan Allah SWT,” jelasnya dalam orasi.

Namun, karena umat Islam mengidap penyakit ujub (sombong) dan wahn (cinta dunia dan takut kematian), Allah kalahkan dalam perang Hunain meskipun jumlahnya banyak.

“Banyaknya jumlah bukan menjadi penentu saudara. Saudara sekalian, umat Nabi Muhammad ketika perang dengan Persia, mereka mengatakan tidak berdaya ketika menghadapi umat Nabi Muhammad. Siapa yang kuat? Siapa yang memenangkan. kalau umat Islam bersatu, Palestina tidak akan terjajah sampai sekarang,” ungkapnya.

Selain itu, dia menjelaskan kehebatan Yahudi dengan segala resources dan senjatanya, namun tidak dapat mengalahkan umat Islam di Palestina. Shabri turut mempertanyakan keberadaan kaum muslimin di Myanmar yang dibunuh, dibakar, diperkosa, dan diperlakukan secara biadab.

“Karena korbannya umat Islam tidak dibilang melanggar HAM, tetapi ketika kita berbuat salah langsung dibilang teroris,” jelas¬† Shabri.

Shabri mengingatkan umat Islam yang hadir untuk tidak mudah mengkafirkan orang hanya karena perbedaan. Persatuan umat adalah kunci kemenangan. Dia menyampaikan ketika kaum khawarij konflil dengan Ali Bin Abi Thalib, namun Ali tidak mengkafirkan mereka.

“Siapapun kelompoknya selama dia tidak keluar dari prinsip-prinsip Islam, dia bukan kafir, dia adalah saudara-saudara kita. Kita tetap tidak boleh memfitnah dan menghalalkan segala cara. Siap bersatu? Siap bersaudara? Takbir!,” tegasnya.

Dia berharap, menjelang kontestasi politik pada 2018 dan 2019 tidak terjadi gonjang-ganjing politik serta fitnah terhadap ulama dan umat Islam. Melalui kebersamaan di Garut, dia mengundang kepada seluruh jamaah 411, 212, 313 dan seterusnya untuk menghadiri reuni 212.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Gubernur terpilih di Jakarta untuk kita semua rapihkan shaf agar reuni yersebut menajadi persatuan mahabbah. Dari sinilah Allah munculkan kekuatan Islam dan rahmat untuk umat Islam. Insya Allah warga Jakarta akan menjadi kaum Anshar-nya,” tandasnya.

“Siap berjuang? Siap jumpa di reuni 212?,” serunya kepada peserta Tabligh Akbar.

Dia bangga dengan semua elemen umat Islam seperti satu tubuh. Ada yang bergerak di bidang dakwah, pendidikan, ekonomi, sosial, politik, dan mencegah kemunkaran.

“Masing-masing biarlah membagi peran dan tugas. Semoga acara ini dapat mengklarifikasi pihak-pihak yang menuduh kami anti NKRI. Lawan penjajah-penjajah yang ingin menguasai Indonesia. Takbir!,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *