Dosen Unpam dan Guru di Tangsel Ikuti Pelatihan Hipnoterapi

by

Dari pelatihan ini pendidik akan dibekali ilmu “mensugesti” siswa didiknya agar rajin, disiplin, giat belajar dan sebagainya melalui suntikan ke alam bawah sadarnya.

Wartapilihan.com, Tangerang– Cepat sekali zaman berubah, semakin sangkil-mangkus alias efektif-efisien. Pun dengan metode pembelajaran, tak lagi cukup mengandalkan cara-cara konvensional.

Salah satu terobosan di dunia pembelajaran adalah hipnoterapi. Yakni terapi memaksimalkan kekuatan pikiran bawah sadar yang dapat dijelaskan secara ilmiah, untuk digunakan dalam beberapa bidang termasuk dalam bidang pendidikan.

Dalam terapi hipnosis, fungsi analitis logis pikiran direduksi sehingga welcome terhadap sugesti pada alam bawah sadar (sub-conscious atau unconscious). Misalnya untuk menghancurkan phobia, trauma, mental-block, dan lain-lain yang menghambat proses pembelajaran.

Aplikasi hipnosis dalam dunia pendidikan di Indonesia sudah diterapkan di pendidikan menengah maupun perguruan tinggi sejak 2008.

‘’Sudah banyak penelitian tentang efektivitas aplikasi hipnosis dalam pendidikan. Terapi ini terbukti mampu meningkatkan motivasi dan meluruhkan kendala psikologi siswa seperti fobia dan trauma. Hasilnya, prestasi siswa membaik,’’ tutur Teguh Yuwono, dosen Universitas Pamulang (Unpam) Tangerang Selatan (Tangsel), di sela Pelatihan Hipnoterapi di Wisma Puspitek Tangsel, awal April lalu.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Maestro Foundation yang diketua Adang Rukhiyat, bekerjasama dengan Jabar Hypno Care (JHC) yang diampu Master Hypnotherapy Achmad Setya R, itu diikuti puluhan guru dan dosen Unpam.

Sebagian dosen Unpam tersebut bahkan sudah bergelar doktor, seperti Susanto, Sugiyanto, Hendro Waryanto, Ugeng Budi Haryoko, Mukrodi, I Nyoman Marayasa, Endang Sugiarti, dan Denok Surasni.

Dalam pengantarnya, Teguh Yuwono yang juga Koordinator Divisi Penelitian dan Pengembangan SDM Maestro Foundation, mengatakan, ruang kerja pendidik sesungguhnya bukanlah di kelas-kelas, namun di alam pikiran dan hatinya.

‘’Maka dalam setiap mengajar, pendidik harus selalu menyertakan pikiran dan hati yang bersih,’’ katanya.

Teguh menandaskan, guru atau dosen tidaklah menciptakan produk, namun menciptakan pengaruh. ‘’Maka, guru dan dosen harus pandai betul memotivasi dan mensugesti anak didiknya,’’ tandas Teguh yang juga seorang motivator pendidikan.

Teguh menjelaskan bahwa dari pelatihan ini pendidik akan dibekali ilmu “mensugesti” siswa didiknya agar rajin, disiplin, giat belajar dan sebagainya melalui suntikan ke alam bawah sadarnya.

Sementara itu  Adang Rukhiyat mengatakan bahwa investasi yang paling bernilai bagi umat manusia adalah pengembangan diri. Maka sekolah, training, seminar, kajian ilmiah, kuliah dan sebagainya menjadi sangat penting dan perlu.  Itulah mengapa pelatihan ini menjadi perlu dilaksanakan.

Menurut Ustadz Anwar Zaki, Motivator Spiritual dari Yayasan Yabunaya Bogor, hipnoterapi atau tanwim ija’i boleh dipakai untuk kebaikan. ‘’Sepanjang terapi ini tidak menggunakan sihir dan tidak digunakan untuk memperdaya orang, boleh dipakai. Malah bagus untuk meningkatkan prestasi pelajar dan mahasiswa,’’ tuturnya.