Dedy Mulyadi: Krisis Identitas Akar Kemiskinan

by
Dedy Mulyadi ketika sedang mengisi menjadi pembicara, hari ini (21/12/2017), di Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok.

Hilangnya identitas wilayah berdampak pada hilangnya karakter masyarakat. Karakter masyarakat yang kurang berpijak pada budaya leluhur kearifan lokal, dapat berdampak pada kemiskinan yang merata.

Wartapilihan.com, Depok –-Hal itu disampaikan oleh Dedy Mulyadi, Bupati Purwakarta. Ia menyayangkan, masyarakat Jawa Barat yang mengalami problem besar, yakni hilangnya identitas wilayah.

Salah satunya, terjadi pada institusi pendidikan perguruan tinggi. Dedy mengatakan, UI sendiri sebagai universitas terbaik di Indonesia kehilangan karakter kejawabaratannya.

“UI coba Anda lihat, apakah ia ada identitas kejawabaratannya? Padahal terletak di Jawa Barat,” kata Dedy, dalam acara Dialog Terbuka: Mencari Solusi Tantangan Pembangunan Jawa Barat, Kamis pagi, (21/12/2017), di Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia.

“Batas Depok, dimana? Daerah Karawang, sudah tidak ada ciri khasnya. Kultur kita identitasnya kurang. Kita kurang percaya diri dengan apa yang kita punya, kebudayaan yang sudah ada sejak leluhur kita. Seperti menjaga hutan, aliran sungai, tidak mengganggu gunung,” tuturnya.

Ia melanjutkan, hilangnya kepercayadirian akan identitas wilayah dapat berdampak pada produktifitas yang rendah, yang akan berdampak lebih jauh terhadap kemiskinan yang merata, baik di desa maupun di kota.

Karena krisis identitas ini, dapat berdampak pada kemiskinan dari empat aspek produktifitas.

“Kita jadi tidak produktif di empat hal karena krisis identitas ini, yaitu bahasa, pakaian, tata estetika, makanan. Padahal itu semua program ekonomi,” tandas dia.

Maka dari itu, ia menekankan agar menghidupkan kembali identitas, dan mulai percaya diri akan identitas darimana tanah kelahiran.

“Budaya kita sudah begitu baik, punya nilai-nilai yang luar biasa. Tinggal dikuatkan otonomisasi desa, menggaji orang desa untuk merawat lingkungannya sendiri, dan perkuat manusia dari lingkungannya, bukan memperbanyak obat dan alat di rumah sakit,” pungkasnya.
Eveline Ramadhini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *