Dedi Suhardadi: Wiranto Sadari Umat Islam Penjaga NKRI

by
Pertemuan Wiranto dengan GNPG di Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta. Foto: istimewa

Wartapilihan.com, Jakarta – Sejumlah petinggi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) menggelar pertemuan dengan Menkopolhukam Wiranto, Kamis (9/2) di Jakarta.

Tim Advokat GNPF Dedi Suhardadi, yang turut hadir bersama para ulama, menjelaskan pertemuan berjalan hangat. Pertemuan ini dilakukan guna merajut komunikasi antara elemen GNPF dan pemerintah. Terlebih, Wiranto dan Habib Rizieq adalah teman lama.

“Kita merasakan ada satu komunikasi yang kekeluargaan. Energi umat ini luar biasa dalam 411 dan 212 yang sebenarnya ini bisa digunakan untuk kemaslahatan negeri. Cuma terkesan ada pihak yang melihat ini sebagai ancaman. Dalam pertemuan itu, kita sampaikan bahwa tidak ada satupun terbersit untuk mengganti pemerintah yang sah,” ujar Dedi Suhardadi kepada Warta Pilihan, Kamis (9/2) di Jakarta.

GNPF, ujar Dedi, berpesan kepada Wiranto jangan ada stigma seolah-olah umat Islam anti Pancasila, NKRI, dan kebhinekaan. Wiranto pun menyadari bahwa umat Islam memiliki kontribusi menjaga NKRI. Wiranto menepis tudingan-tudingan miring terhadap umat Islam.

“Pak Wiranto menyadari, kekuatan umat Islam penyangga negeri ini. Penjaga NKRI. Bahwa kita dari awal mengatakan jangan dengan kondisi ini seolah-olah umat Islam dikatakan anti NKRI, anti Bhineka Tunggal Ika, anti persatuan, gak ada satupun. Itu kita tegaskan,” ujar Dedi dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu.

Selain itu, GNPF juga menyampaikan rencana menggelar doa dan zikir di Masjid Istiqlal, Jakarta pada 11 Februari, besok. Kegiatan ini sekaligus sebagai pengganti aksi longmarch. GNPF menyadari suhu politik jelang pilkada sangat panas. Khawatir aksi damai ini disusupi, para ulama dan habib sepakat memfokuskan kegiatan di Masjid Istiqlal.

“Dengan zikir dan doa. Dari awal kita ingin super damai,” jelas pria yang juga pengacara ini.

Terkait kegiatan di Masjid Istiqlal, Wiranto berencana turut hadir berdoa bersama ulama. “Kemungkinan beliau hadir. Maka kita sampaikan undangan. Namun beliau bilang tidak akan memberi kata sambutan, biar ulama saja.”

Soal Pilkada, Wiranto dan GNPF berharap, Pilkada dapat berjalan dengan aman, tertib, dan sukses.

“Aman, menurut Wiranto, tidak ada chaos. Tertib sesuai dengan peraturan. Dan sukses itu melahirkan pemimpin yang berakhlakul karimah, yang itu kita semua mengamini. Itu disampaikan beliau (Wiranto) di konferensi pers.”

GNPF dan Wiranto sepakat penegakan hukum akan dilaksanakan dengan bermartabat berdasarkan hukum, bukan berdasarkan rekayasa.

“Itu yang menjadi catatan penting. Penegakan hukum akan dilalukan sesuai dengan keadilan,” papar Dedi.

Reporter: Pizaro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *