Cara Benar Konsumsi Infused Water

by
foto:istimewa

Infused water yang sering disebut spa water ialah minuman yang sedang tren dikonsumsi para kalangan artis; digadang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Bagaimana pandangan dokter?

Wartapilihan.com, Jakarta –-Infused water yang berupa air berisi potongan buah semacam buah lemon, apel, berry, yang diminum sarinya telah menjadi gaya hidup bagi pemuda masa kini. Air ini dinilai sebagai detoksifikasi bagi tubuh atau mengeluarkan racun dari tubuh.

Dokter Juwalita Surapsari selaku ahli gizi mengatakan, infused water yang dikatakan dapat meluruhkan racun dari dalam tubuh hanyalah mitos. Pasalnya, tubuh manusia memiliki sistem detoksifikasi sendiri.

“Hal itu hanya mitos. Tubuh kita pada dasarnya punya sistem detoksifikasi sendiri,” kata dr. Juwalita, Sabtu, (6/1/2018), di Jakarta, dalam acara ‘Ayo Hidup Sehat’.

Adapun infused water ini sebagai solusi untuk menurunkan berat badan, menurut dr. Juwalita, penurunan berat badan (diet) akan sukses apabila makan lebih sedikit dan bergerak lebih banyak, bukan dari infused water-nya.

“Tetapi benar, dengan meminum infused water kita jadi lebih semangat untuk minum air, karena warnanya menarik dan warna-warni, jadinya badan lebih sehat,” jelasnya.

Ia menyarankan agar meracik infused water dengan cara yang tepat dan lebih sehat, yaitu memasukkan buah-buahan yang mengandung vitamin C, karena buah yang mengandung vitamin C lebih mudah larut dalam air.

“Berdasarkan penelitian, vitamin C lebih mudah larut dalam air. Jadi, buah yang terbaik efeknya untuk tubuh, buah yang ada vitamin C nya seperti jeruk, apel, mangga,”

Ia menyarankan, buah asam seperti jeruk nipis atau lemon sebaiknya tidak digunakan karena terlalu asam bagi tubuh. “Sebaiknya buah yang terlalu asam dihindari, karena akan menaikkan asam lambung. Dapat diganti dengan buah yang tidak terlalu asam tapi vitamin C tinggi, seperti kiwi atau apel,” terangnya.

Juwalita merekomendasikan untuk menaruh minuman infused water ke dalam kulkas selama empat hingga duabelas jam. “Tujuannya supaya sari-sari di dalam buah keluar, dan sebaiknya tidak terkena cahaya matahari langsung, dan sebaiknya buahnya juga dimakan jangan dibuang,” pungkas dia.

Eveline Ramadhini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *