Amerika Serikat Tidak Prioritaskan untuk Menggulingkan Assad

by

Wartapilihan.com, Jenewa – Oposisi Suriah terhadap rezim Damaskus pada hari Kamis (31/3) kemarin mengatakan menolak “setiap peran” kini atau di masa depan untuk Presiden Bashar al-Assad meskipun Amerika Serikat mengatakan bahwa memaksa Assad mundur tidak lagi menjadi prioritas untuk mengakhiri konflik.

“Pihak oposisi tidak akan pernah menerima peran apapun untuk Bashar al-Assad pada setiap fase. Tidak akan ada perubahan dalam posisi kami,” kata Monzer Makhos, juru bicara Komite Negosiasi Tinggi yang terdiri dari kelompok oposisi utama Suriah di Jenewa.

Selama seminggu terakhir, putaran kelima negosiasi yang disponsori PBB yang berusaha menghentikan perang enam tahun Suriah telah berlangsung di kota Swiss.

Sejak awal konflik pada Maret 2011, Amerika Serikat telah mendukung pertempuran pejuang oposisi terhadap rezim Assad dan menyatakan bahwa Assad harus mundur.

Namun, pada hari Kamis (30/3), Duta Besar AS untuk PBB di mengatakan di New York bahwa pemerintahan baru Presiden Donald Trump tidak lagi terfokus untuk melengserkan Assad.

“Anda memilih dan menentukan pertempuran Anda,” kata Nikki Haley kepada wartawan. “Dan ketika kita sedang melihat hal ini, tentang perubahan atas prioritas, prioritas kami adalah tidak lagi fokus melengserkan Assad.”

Haley mengatakan bahwa Amerika Serikat akan fokus mendorongan solusi politik untuk konflik.

Juru bicara lain oposisi Suriah, Farah Atassi, menyatakan perlunya Washington untuk memainkan “peran yang lebih menentukan” dalam negosiasi.

“Kami ingin Amerika Serikat untuk kembali bermain peran politik utama dalam menangani Suriah dan ¬†melihat ke depan untuk sebuah awal baru dengan pemerintahan baru (Trump),” katanya, menambahkan bahwa ada kebutuhan “memperbaiki kesalahan yang membawa bencana” dari pemerintahan sebelumnya dari mantan presiden Barack Obama.

“Kami ingin pemerintah Amerika Serikat memahami masalah Suriah. Lebih dari sekadar mengatasi masalah memerangi ISIS,” katanya.

Pembicaraan Suriah tetap terpecah kepada masa depan Assad dengan perwakilan pemerintah Damaskus yang mengatakan harus memprioritaskan “perang melawan terorisme” yang mereka hanya melihat sebagian dari musuh-musuh mereka. Demikian dilaporkan AFP. I

Reporter: Moedja Adzim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *