Sekjen: PBNU Sudah Ingatkan Jokowi Soal Ahok

by
Helmy Faishal Zaini. Foto: Kompas.com

Wartapilihan.com, Jakarta – Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini mengaku organisasinya memiliki cara tersendiri dalam merespon kasus penodaan agama oleh Gubernur non aktif Basuki Tjahaja Purnama. Meskipun tidak ikut dalam gerakan 411 dan 212, PBNU telah bertemu dan memberikan masukan terhadap Presiden Jokowi.

“Kami menyampaikan, ‘Pak Jokowi Anda itu di mata rakyat berada di belakang Ahok. Kyai Said juga bilang umat Islam juga dipinggirkan secara ekonomi,” ujarnya dalam seminar Institut Peradaban dengan tema “Pergeseran Kepemimpinan Islam” di Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu (25/1).

NU, kata Helmy bukan tidak merasakan perasaan teralienasi. Namun NU memiliki cara tersendiri dalam menyelesaikan permasalahan. Walaupun tidak ikut menghadiri 411 dan 212, namun PBNU memiliki aspirasi yang sama, hanya beda cara.

“Tapi itu gaya NU menyampaikan aspirasi. Kyai Said ke Jokowi berpesan janganlah harta itu hanya berputar-putar di segelintir orang. Jadi NU itu tidak tuli dan buta (terhadap aspirasi umat),” terang pria kelahiran Cirebon, 44 tahun lalu ini.

Terkait bidang pembangunan, Mantan Menteri Pembangunan Daerah tertinggal ini menilai umat Islam telah terpinggirkan.

“Misalkan saja soal NU, apakah ada APBN itu untuk pesantren dan madrasah? Tidak ada,” terangnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua PP Muhammadiyah Hajriyanto Y. Tohari, mengatakan, meskipun tidak mengeluarkan imbauan secara resmi dalam aksi 411 dan 212, namun banyak pimpinan Muhammadiyah yang hadir.

“Ada 4 Ketua Muhammadiyah yang ikut aksi. Tidak mengatasnamakan organisasi, namun melebur sebagai peserta aksi,” ujarnya.

Muhammadiyah juga mengerahkan tim medis Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) untuk mengawal jalannya aksi.

“Sampai saya ditanya Aiman dari Kompas TV apakah Muhammadiyah turun aksi, mungkin melihat banyaknya ambulance dari Muhammadiyah,” ujarnya disambut tawa hadirin.

Saat itu, kata Hajriyanto, kantor PP Muhammadiyah memang menjadi tempat berkumpul para peserta aksi, baik untuk istirahat dan sholat.

“Kami membuka gerbang karena banyak peserta aksi yang datang,” imbuhnya.

Reporter: Pizaro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *