RS YARSI Hadiahi MCU Geriatri kepada Veteran

by

Program ini disambut baik dan sangat bermanfaat untuk para veteran.

Wartapilihan.com, Jakarta — Dalam rangka memperingati 74 tahun kemerdekaan Indonesia, Rumah Sakit (RS) YARSI menggelar medical check up (MCU) geriatri gratis bagi para veteran yang tergabung dalam Legiun Veteran Indonesia (LVRI). Kegiatan ini merupakan dedikasi RS YARSI terhadap jasa para mantan prajurit dalam mempertahankan pangkuan Ibu Pertiwi.

Kegiatan ini disambut baik para veteran, salah satunya Letkol (Purn) Muhammad Amran. Ia menyatakan, di usia senja perlu melakukan medical check up secara rutin untuk mengetahui kesehatan fisiknya.

“Di usia lanjut ini perlu check up agar kita bisa mengukur kesehatan dengan baik,” kata Amran kepada Warga Pilihan, saat ditemui di RS YARSI, Jakarta, Rabu (11/9).

Ia menuturkan, jika dulu masih dinas aktif di kesatuan Zeni Angkatan Darat (AD), olahraga merupakan suplemen untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Namun hal itu dirasakan berbeda ketika mulai pensiun dari kedinasannya.

“Sekarang otot-otot sudah mulai terganggu, jalan secara normal kadang terganggu. Jadi perlu dilakukan olahraga sepeda dan sepeda statis,” ujarnya.

Melalui program MCU geriatri, Amran mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi pelayanan yang diberikan RS YARSI. Menurutnya, pelayanan di RS ini berbeda dengan pelayanan MCU pada umumnya.

“Pelayanan disini sangat baik, sudah terkoordinasi dengan rapih. Alat-alatnya juga canggih dan berbeda dengan tempat lain, disini lebih luas,” tuturnya.

Kepala Instalasi Occupational Health Center RS Yarsi dr Edi Alpino MKK mengemukakan bahwa masalah kesehatan yang ada pada para veteran hampir sama pada kesehatan kelompok lansia pada umumnya. Di antaranya adalah penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes mellitus (DM).

“Kami juga menemukan permasalahan metabolik, rata-rata kelebihan berat badan,” katanya.

Edi menjelaskan, kegemukan pada veteran terjadi karena tidak lagi rutin menggerakkan otot-ototnya seperti masih aktif saat dinas di kesatuannya. Selain itu, asupan yang dimasukkan ke dalam tubuh tak sebanding dengan kalori yang dibakar.

“Kondisi ini dapat menimbulkan permasalahan beban pada kaki, lutut, maupun punggung,” ujarnya.

Dari pemeriksaan MCU geriatri, ini lansia dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan fungsi dari organ-organ tubuh lansia. Penanganan dan pencegahan bisa dilakukan lebih awal jika ditemukan suatu masalah.

“Semoga dengan MCU ini ke depannya (lansia) dapat melakukan aktivitas lebih baik dan ooptimal,” tuturnya.

Ia menambahkan, penting dilakukan pemeriksaan MCU geriatri bagi orang tua yang sudah memasuki usia lanjut atau di atas 60 tahun. Paling tidak dilakukan satu kali per tahun pada lansia.

MCU geriatri merupakan pemeriksaan kesehatan menyeluruh yang khusus ditujukan kepada kelompok lansia. Selain melibatkan pemeriksaan-pemeriksaan kesehatan MCU dasar, pemeriksaan MCU geriatri juga turut mengarah pada permasalahan-permasalahan kesehatan yang cukup banyak dialami lansia, seperti demensia hingga maslaah keseimbangan dan kepadatan tulang.

Kesehatan lansia perlu mendapatkan perhatian karena di satu sisi, kelompok ini cukup rentan terhadap beragam risiko penyakit. Di sisi lain, jumlah penduduk lansia di Indonesia cukup besar yaitu lebih dari 22 juta orang per 2016 lalu.

Adi Prawiranegara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *