PASTI DITANYA

by

By Iwan Wientania

Di gerimis pagi awal Januari aku menangis.
Laksana ribuan jarum menimpa.
Menikam tubuh sampai ke balik dada lalu menusuk ke relung jiwa.

Kemarin ibu guru yang janda di belakang rumah dilemparkan di pinggir jalan bersimbah darah tak bernyawa.
Anak gadisnya yang masih remaja sangat terpukul dan menderita.

Pagi ini untuk kesekian kalinya aku dikirimi video yang sama. Satu keluarga gantung diri karena kesulitan ekonomi.
Aku menangis.
Di mana pak erte, pak erwe, pengurus masjid dan jamaah musholanya…?

Penguasa negeri ini bertanggung jawab atas semua keputus-asaan atas himpitan ekonomi rakyatnya.
Sementara korupsi bersimaharajalela.
Uang hanya berkisar di kalangan orang kaya saja.

Ketika seseorang bunuh diri di sebuah kampung tak jauh dari tempat tinggalku, aku berkata, ” Di mana tetangganya, lurah dan ustadz di kampungnya ?!”
Ada yang nyeletuk, ” Memangnya cuma dia yang susah, kita semua juga susah..”

Amirul mu’minin Umar bin Khattab berkata, ” Kalau ada seekor kambing tenggelam di sungai Eufrat, Umar pasti ditanya, di mana pengembalanya ?!”
Tapi di sini bukan hanya kambing yang mati, tapi ribuan manusia, ada yang diberondong peluru dan ribuan yang lenyap terseret banjir bandang, tapi para pemimpin sibuk berebut posisi dan porsi !
Mereka pasti di tanya !
Diminta pertanggungjawabannya !
Dan juga kita !

( Depok medio Januari 2025 )