Narkoba Merugikan Negara Rp 74,4 Triliun

by
foto:istimewa

Arteria memaparkan data yang diperoleh Komisi III DPR bahwa pemakai narkoba sangat aktif di Indonesia sedikitnya 1,4 juta orang, pecandu aktif sekira 943 ribu orang dan yang mencoba memakai antara 1,6 juta–2 juta orang.

Jelas, kata Arteria, ini jumlah amat mengerikan, mengingat dari data tahun 2017 kebutuhan ganja per tahun mencapai 158 ton, sebanyak 219 ton sabu, ekstasi 14 juta butir padahal temuan dari aparat penegak hukum hanya sekitar 3 ton sabu/ganja atau ratusan ribu butir ekstasi saja. Berarti ada permintaan dan pasar yang luas bagi para bandar narkoba merajalela di Tanah Air.

“Dari jumlah itu sebanyak 13 ribu orang mengkonsumi narkoba secara berlebihan. Sedikitnya
33-41 orang mati setiap hari karena narkoba. Dan narkoba beredar bukan hanya di Jakarta tapi sampai ke perdesaan Papua,” beber Arteria.

Kenapa narkoba tinggi? Arteria memaparkan, pertama tinggi jumlah penyalahgunaan narkoba dari tahun ke tahun. Kedua, kebutuhan akan narkoba juga tinggi, pemakainya makin hari makin banyak. Narkoba menurut dia merupakan bisnis sangat menguntungkan.
“Jadi lingkungan masyarakat pun juga mendukung.Ketika ada kegiatan produksi narkoba, para tetangga rumah justru malah cuek,” tukasnya prihatin.

 

Arteria menambahkan, suplai tinggi karena harga 1 gram narkoba di sini bisa mencapai Rp1,2 juta sedangkan di China harganya cuma Rp20 ribu.

Diakui anggota Komisi III DPR, regulasi pencegahan narkoba itu masih belum mengcover semua. Untuk itu, DPR dan pemerintah akan segera merevisi UU Narkoba untuk memperkuat posisi BNN dan memperberat hukuman untuk para pengedar “Masih banyak hal yang perlu dibenahi dari sisi SDM, namun kemampuan dan integritas Bea Cukai dan BNN tidak perlu diragukan meski dengan anggaran terbatas.” Pungkas dia.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Heru Winarko mengatakan, BNN menekankan upaya pemberantasan narkoba dengan pola pencegahan yang lebih sistematis. Ditargetkan, pada 2018, BNN mampu melumpuhkan 26 sindikat narkoba yang nekat beraksi di dalam negeri.

“Narkoba adalah musuh kita bersama. Kita di BNN mendapat mandat dari negara untuk melaksanakan pencegahan dan pemberantasan narkoba. Presiden meminta agar BNN mampu mengurangi pasokan yang diketahui kini sebanyak 70 persen di antaranya berasar dari luar negeri,” katanya.

Terkait itu, salah satu upaya untuk memberantas gempuran narkoba, menurut Heru, adalah menjalin kerja sama dengan sedikitnya 12 negara yang hadir dalam konferensi di Wina yang membahas masalah penanggulangan narkoba, beberapa waktu lalu.

“Di Wina, saya bertemu dengan wakil 12 negara yang di sana diproduksi prekusor. Kami berupaya menjalin kolaborasi dengan baik demi membendung aksi sindikat narkoba. Demikian juga dengan Malaysia dan Singapura, karena semua pihak menyadari, kalau tidak diberantas bersama-sama, yang jadi korban bukan cuma WNI, tapi juga warga mereka,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *