Judul: Islamic Algorithms: Online Influence in the Muslim Metaverse” Karya Gary R. Bunt

by

Penerbit ‏ : ‎ Bloomsbury Academic (2 Mei 2024)
Bahasa ‏ : ‎ Inggris
Sampul Keras ‏ : ‎ 326 halaman
ISBN-10 ‏ : ‎ 1350418269
ISBN-13 ‏ : ‎ 978-1350418264
Berat Barang ‏ : ‎ sekitar 612 gram
Dimensi ‏ : ‎ 15.6 x 1.9 x 23.4 cm

Pendahuluan

Di era digital yang terus berkembang, agama Islam juga mengalami transformasi dalam cara dipahami dan dipraktikkan. Buku terbaru karya Gary R. Bunt, “Islamic Algorithms: Online Influence in the Muslim Metaverse” (2024), hadir untuk memetakan dinamika kompleks ini. Bunt, seorang cendekiawan terkemuka dalam studi Islam dan media digital, menawarkan analisis mendalam tentang bagaimana algoritma, kecerdasan buatan (AI), dan platform online membentuk lanskap keagamaan Muslim kontemporer.

Ringkasan Buku

“Islamic Algorithms” adalah karya yang komprehensif, terdiri dari 11 bab yang membawa pembaca dalam perjalanan melintasi berbagai dimensi pengaruh digital dalam dunia Islam. Bunt memulai dengan menggambarkan pengamatannya di Masjid Istiqlal Jakarta, di mana ia melihat perpaduan antara praktik keagamaan tradisional dan penggunaan teknologi modern. Pengalaman ini menjadi titik tolak untuk eksplorasinya tentang bagaimana internet dan teknologi digital telah mengubah cara umat Islam mengakses pengetahuan agama, berinteraksi dengan otoritas keagamaan, dan mengekspresikan identitas keagamaan mereka. [cite: 163, 164, 165, 166, 167, 168, 169, 170, 171]

Bunt memperkenalkan konsep “Islamic Algorithms” sebagai kerangka analitis untuk memahami kekuatan-kekuatan yang bekerja di ruang digital Islam. Ia berpendapat bahwa algoritma, dalam arti luas, tidak hanya sekadar kode komputer, tetapi juga merupakan seperangkat pengaruh yang membentuk interpretasi dan penyebaran pengetahuan agama. Dalam konteks ini, buku ini juga banyak membahas konsep Cyber Islamic Environments (CIEs). [cite: 187, 188, 64, 65, 66, 67, 68, 69]

Salah satu tema sentral dalam buku ini adalah peran AI dalam membentuk wacana keagamaan Islam. Bunt membahas potensi dan tantangan AI, termasuk kekhawatiran tentang bias algoritmik, disinformasi, dan implikasi etis dari penggunaan AI dalam konteks agama. Ia juga mengeksplorasi konsep “metaverse Muslim,” sebuah visi tentang ruang virtual imersif di mana umat Islam dapat berinteraksi dengan teks-teks suci, menghadiri kuliah agama, dan melakukan ritual keagamaan. [cite: 195, 196, 197, 198, 199, 127, 128, 129, 130, 131]

Selain itu, buku ini juga menyoroti peran penting para “influencer” Muslim dalam membentuk opini dan praktik keagamaan di dunia digital. Bunt menganalisis bagaimana individu dan organisasi menggunakan platform media sosial untuk menyebarkan pesan-pesan keagamaan, membangun komunitas online, dan memengaruhi perilaku pengikut mereka. [cite: 234, 235, 236, 237, 238, 239, 240, 241, 242, 243]

Analisis Mendalam

“Islamic Algorithms” menawarkan kontribusi akademis yang signifikan dalam beberapa hal:

  • Kerangka Teoretis yang Komprehensif: Bunt mengembangkan kerangka teoretis yang kaya untuk memahami interaksi antara Islam dan teknologi digital. Konsep-konsep seperti “Islamic Algorithms,” “Cyber Islamic Environments,” dan “iMuslims” memberikan alat analitis yang berguna untuk meneliti fenomena yang kompleks ini.
  • Relevansi Kontemporer: Buku ini sangat relevan dengan konteks saat ini, di mana teknologi digital dan AI semakin meresap dalam kehidupan kita. Pandemi COVID-19 telah mempercepat digitalisasi praktik keagamaan, menjadikan analisis Bunt semakin penting.
  • Pendekatan Multidisiplin: Bunt menggabungkan wawasan dari berbagai disiplin ilmu, termasuk studi agama, sosiologi, ilmu komunikasi, dan studi budaya, untuk memberikan pemahaman yang holistik tentang topik tersebut.

Namun, ada beberapa poin yang dapat diperdalam:

  • Analisis Kritis: Meskipun Bunt memberikan deskripsi yang kaya tentang berbagai fenomena digital Islam, analisis kritisnya terhadap implikasi negatif dari digitalisasi agama kadang-kadang terbatas. Pertanyaan tentang fragmentasi otoritas keagamaan, polarisasi online, dan potensi eksklusi dalam metaverse Muslim dapat dieksplorasi lebih lanjut.
  • Studi Kasus: Meskipun buku ini mencakup berbagai contoh dan studi kasus, eksplorasi mendalam tentang komunitas online tertentu atau praktik keagamaan digital dapat memperkaya analisis.

Kesimpulan

“Islamic Algorithms” adalah bacaan penting bagi siapa pun yang tertarik untuk memahami bagaimana Islam berinteraksi dengan dunia digital. Bunt menawarkan wawasan yang berharga tentang kompleksitas lanskap keagamaan online, tantangan yang ditimbulkan oleh teknologi baru, dan potensi masa depan agama dalam metaverse. Buku ini mendorong pembaca untuk terlibat dalam pemikiran kritis tentang bagaimana teknologi membentuk pemahaman dan praktik keagamaan Islam di era digital.