Dari Facebook, Hasilkan Omset Ratusan Juta

by

WARTAPILIHAN.COM, DEPOK -Sudah bukan rahasia lagi bahwa saat ini banyak sekali orang yang memanfaatkan jejaring sosial Facebook sebagai media untuk mempromosikan produk maupun brand milik mereka. Cara ini dianggap paling ampuh karena banyak orang yang terus mengakses media sosial terpopuler ini sepanjang waktu.

Dalam hal promosi produk dan brand tentu ada beberapa cara yang bisa dilakukan.. Sayangnya strategi pemasaran via Facebook jika dilakukan sendiri membutuhkan strategi khusus dan pastinya Anda harus memiliki skill dan pengetahuan yang baik dalam bidang ini. Faktanya, tidak semua orang bisa mengoptimalkan Facebook sebagai media promosi untuk bisnis mereka.

Bagi Anda yang memang tidak begitu menguasai ilmu pemasaran online via Facebook serta tidak memiliki waktu untuk hal tersebut, ada beberapa cara alternatif lain. Jika Anda punya modal, manfaatkanlah modal besar Anda untuk meng-hire jasa orang lain yang lebih paham tentang pemasaran via Facebook. Carilah orang-orang yang ahli sembari Anda ikut mempelajari ilmu mereka

Seorang pebisnis muda, Muhammad Shalahuddin (20), menghasilkan omset 100 sampai 300 juta per bulannya dalam menjalankan bisnis online di Facebook. Pemuda yang biasa dipanggil Gus Sholah ini telah menjaring bisnis online di pasar lokal dan pasar luar negeri. Meski karir bisnisnya baru dijalankan selama dua tahun sejak 2015 lalu, ia sudah dipanggil sebagai pembicara untuk mengisi acara pelatihan bisnis melalui Facebook. “Saya suka sekali sharing, pengen sharing dan yang di-sharingkan maju, aku senang,” ujarnya kepada Warta Pilihan, seusai mengisi acara training, Kamis sore (11/5).

Keunggulan dari memasarkan barang melalui Facebook, lanjut Sholah, dapat menjangkau pasar yang lebih luas, terutama pasar bagi para pengguna Facebook. Pasalnya, pengguna Facebook di dunia sudah mencapai 2 Miliar. Sedangkan di Indonesia, setiap tahun penggunanya terus meingkat. Pada tahun 2016, penggunanya sudah mencapai 88 juta.

Gus Sholah menuturkan, salah satu produk yang paling sering laku dijual di pasaran Facebook adalah jam tangan bermerek seperti Casio, yang bisa laku sampai ke tanah Papua. “Kadang orang Papua susah dapat jam tangan, harga sama saja, pasar online bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar lelaki yang sedang kuliah di jurusan Manajemen Bisnis ini.

Selain sasaran pasar yang lebih luas, dua penargetan seperti pasar lokal dan pasar Internasional dapat dilakukan hanya melalui media sosial seperti Facebook ini. Ia mengaku sudah memiliki staff di Pasar Lokal dan memiliki tim untuk penjualan online di Pasar Internasional. Barang-barang yang dijual pun, berbeda antara pasar lokal dan luar. Pasalnya, pasar lokal persaingannya cenderung sedikit, sedangkan dari pasar  Internasional, penargetannya mesti lebih spesifik, karena persaingannya ketat. “Kalau pasar luar, saingannya banyak, mulai dari Singapur, Cina, dan lain sebagainya,”

Kepercayaan Publik

Perdagangan elektronik merupakan pasar yang menjual barang-barang dari gerbang dunia maya. Meski dapat menghasilkan omset hingga ratusan juta rupiah, rupanya tidak mudah untuk menarik kepercayaan publik. Banyak kasus penipuan yang sering terjadi manakala melakukan transaksi online.

Untuk mendapatkan kepercayaan publik, diperlukan strategi. Menurut salah seorang penyelenggara acara training berdagang melalui Facebook, Muhammad Iqbal (30), diperlukan kejujuran dalam melakukan penjualan sesuai dengan barang asilnya. “Cara memelihara kepercayaan kopnsumen, jujur, sesuai dengan gambar sebenarnya. Kalau kita jual produk A, kita jualnya sesuai di gambar. Jangan produknya apa, barangnya apa, atau kualitasnya beda, otomatis ‘kan mereka sudah trust,” ujar Iqbal.

Selain jujur, Iqbal juga menyatakan untuk menanyakan testimoni, atau melakukan tes dengan membeli barang dengan harga di bawah Rp 100.000, sehingga jika memang ditipu, tidak terlalu merugikan. Juga memperhatikan berapa lama waktu pengiriman, dan kecepatan respon dari penjualnya.

Gus Sholah berpendapat, dalam menumbuhkannya diperlukan edukasi terhadap masyarakat. “Mereka masih asing dengan belanja online, sudah sering tapi kepercayaannya masih kurang. Cara menumbuhkan kepercayaannya, ada paypal, seperti Tokopedia, kita jualan, ada orang transfer ke tokopedia, udah sampai barangnya baru ditransfer,” paparnya.

Iqbal menuturkan, dengan adanya penjualan melalui Facebook ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Pasalnya, semakin kebutuhan hidup meningkat, semakin besar pendapatan yang mesti didapatkan. Ia berharap, dengan diselenggarakannya training ini, dapat menjadi inspirasi bagi yang hendak meningkatkan pendapatannya. “Yang punya suami istri, yang istri bisa di rumah enggak perlu kerja di tempat lain yang jauh. Kalau yang muda, dapat membantu penghasilan orang tua,” pungkasnya.
Reporter: Eveline Ramadhini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *