DIBALIK GEGAP GEMPITA PIALA BOLA DUNIA 2026

by

Oleh Iwan Hasanul Akmal_

Saya tidak begitu menggandrungi bola. Jadi tidak mengikuti jalannya pertandingan. Saya hanya melihat sekilas di YouTube ketika Spanyol dinyatakan juara.

Dan saya bergembira  Spanyol yang menang. Karena Spanyol membela perjuangan kemerdekaan Palestina. Sementara Argentina menjadi pendukung Zionis Israel.

Ada sejarah panjang di balik nama “Spanyol”.

Dulu, selama hampir tujuh abad, Spanyol pernah di bawah naungan Islam dan disebut Andalusia.

Dari sanalah kemajuan ilmu memancar dengan gilang gemilang, di mana matematika, kedokteran, astronomi, filsafat kemudian menyebar ke seluruh Eropa.

Bahkan Yahudi yang terusir dari satu negeri ke negeri lain karena dibenci oleh Kristen, di Andalusia memperoleh kebebasan dan martabat yang sama dengan kaum lainnya. Banyak dari mereka yang kemudian menjadi cendekiawan dan meraih gelar sarjana.

Saat itu Eropa Barat masih tenggelam dalam kegelapan _The Dark Ages_. Jalanannya masih becek tanpa lampu, lorong-lorongnya pengap dan bau. Charlemagne, kaisar Perancis saja buta huruf. Sementara di Cordoba dan Granada, sudah memiliki perpustakaan dengan ribuan literatur, rumah sakit, dan universitas yang berdiri megah.

Tapi kejayaan Islam di Andalusia itu kemudian runtuh dalam tragedi berdarah ketika pasukan Isabella dari Castile dan Ferdinand dari Aragon menghancurkannya.

Masjid diubah menjadi gereja, kitab-kitab dibakar, umat Islam diberi dua pilihan, masuk Kristen atau angkat kaki dari Spanyol.

Keruntuhan itu ditangisi umat Islam dan Yahudi.

Hingga guru besar dan sejarawan Yahudi, Max Isac Dimont, menulis dalam bukunya berjudul ‘Jews, God and History’ :

“Di tahun 1500, sebuah imperium yang luar biasa di dunia — toleran dan tercerahkan, penuh kemewahan, dipenuhi matematikawan dan penyair, para pejuang dan para cendekiawan — telah mencapai akhirannya.”

Tapi sejarah tidak pernah berhenti berputar.

Alhamdulillah… hari ini Islam kembali bersinar di Spanyol. Kabar gembira yang sama juga kita lihat di Inggris, Jerman, dan Perancis.

Islam tumbuh, masjid bertambah, adzan kembali terdengar.

Hari ini setelah Piala Dunia, bola boleh istirahat dan menggelinding keluar lapangan. Namun peradaban akan terus bergulir.

Dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala pasti akan memenangkan kebenaran, meski dibenci oleh orang-orang yang membencinya.

Akhir Juli 2026