Wabah Difteri Melanda

by
Bakteri difteri. Foto: Istimewa

Difteri, menurut Kementerian Kesehatan dikategorikan Kejadian Luar Biasa yang kini tengah mewabah di seluruh belahan dunia, tak terkecuali Indonesia.

Wartapilihan.com, Jakarta –Difteri merupakan infeksi bakteri yang menyerang bagian hidung dan tenggorokan. World Health Organization¬†(WHO) menemukan, terdapat 7.097 kasus difteri yang dilaporkan di seluruh dunia pada tahun 2016. Demikian Indonesia yang turut menyumbang 591 kasus difteri ini.

Dr. Elizabeth Jane Soepardi sebagai Direktur Surveilans Kementerian Kesehatan mengungkapkan, bakteri ini dikategorikan berbahaya karena dapat menimbulkan resiko kematian.

“Bakteri ini dapat menimbulkan selaput yang tebal, bisa menutup jalan nafas,” kata Elizabeth, Senin, (4/12/2017), di Jl. Pilar Mas Raya, Jakarta Barat.

Elizabeth mengatakan, jika jalan nafas sudah tertutup maka tenggorokan harus dilubangi. Bakteri ini menyerang bagian vital manusia seperti jantung dan syaraf. “Bakteri ini dapat menyerang otot jantung dan syaraf. Biasanya, kasus kematian karena tidak bisa bernafas dan kelumpuhan,” lanjutnya.

Ia menegaskan agar Pemerintah Daerah terus memastikan masyarakat diobati dan diberi imunisasi. Karena, imunisasi merupakan satu solusi untuk mencegah penyebaran bakteri Corynebacterium penyebab difteri ini.

“Pemerintah daerah harus memastikan warganya diobati, diberi imunisasi tanpa harus memandang status imunisasi sebelumnya,” terang dia.

Saking berbahayanya penyakit ini, Elizabeth menekankan agar seseorang yang telah terinfeksi penyakit ini segera diisolasi dalam ruangan tertutup selama 2 x 24 jam. “Jika sudah 2 x 24 jam, baru boleh bertemu dengan pasien,” tandasnya.

Elizabeth menekankan terutama pada usia bayi dan juga anak di bawah 2 tahun untuk segera melakukan imunisasi penyakit difteri ini. “Demikian juga anak sekolah, pastikan semuanya melakukan imunisasi untuk pencegahan difteri,” pungkasnya.

Seperti diketahui, penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang menyebarkan penyakit melalui partikel udara, benda pribadi, serta peralatan rumah tangga yang telah terkontaminasi. Penyakit ini memerlukan pengobatan intensif karena beresiko besar terhadap kematian.

Eveline Ramadhini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *