Teuku Wisnu Ajak Dukung Dakwah Pedalaman

by

Ketua Umum Dewan Da’wah, Mohammad Siddik MA, mengatakan, mulai akhir April ini lembaganya mengirimkan lebih 200 da’i mahasiswa untuk mendampingi masyarakat di daerah minus dalam memakmurkan Ramadhan 1440 H/2019.

Mata Teuku Wisnu terlihat sembab. Tak kuasa membendung airmata, saat mendengar kisah dakwah pedalaman dari dua Da’i Dewan Da’wah dalam Tabligh Akbar Indonesia Berdakwah, di Masjid Raya Al-Kautsar, Villa Dago Pamulang, Tangerang Selatan, Ahad (14/4).

Jadi moderator acara tersebut, Teuku Wisnu turut menyimak langsung kisah juang kedua Da’i di pelosok Negeri. Mulai dari sulitnya akses darat dan perairan, budaya lokal, hingga bertemu wajah-wajah pedalaman yang belum banyak tersentuh Islam.

‘’Untuk mencapai lokasi dakwah, dari ibukota kecamatan kami naik sampan kecil (ketinting) melewati tepi laut dan sungai yang ada buayanya; Dilanjut dengan  naik ojek motor dan diselingi membopongnya melewati jalan rawa berlumpur,’’ papar Ustadz Robyansyah Alfaisal yang pernah bertugas di kawasan Pulau Buru, Maluku.

Dai muda alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) M Natsir asal Bengkulu, itu menceritakan pengalamannya membina jamaah pedalaman.

‘’Saat pertama datang, kami masih dalam keterbatasan. Di mushola, dua Buku Iqra dipakai mengaji bergantian oleh 50 anak,’’ tuturnya sambil terisak.

Tangisnya meledak ketika mengisahkan keluhan kaum ibu setempat. ‘’Kami mau pergi sembayang, tapi kami tak ada mukena tak ada jilbab, Ustadz,’’ muslimah pedalaman mengadukan problemnya.

Ustadz Idris Yusuf yang dulu bertugas di Seram Bagian Timur, Maluku, juga membawakan kisah yang meremas hati.  ‘’Suatu hari ada seorang anak kampung saya temui sedang menghisap-hisap sesuatu. Ketika saya tanya menghisap apa, dia bilang gula-gula (permen). Tapi saat saya perhatikan dari dekat, ternyata potongan sandal jepit….’’

Di akhir acara, Teuku Wisnu mengajak para jamaah untuk mendukung program dakwah pedalaman Dewan Dakwah.

‘’Dakwah di kota dan pedalaman itu berbeda. Berdakwah di pedalaman membuat kita miris. Mari kita support saudara-saudara kita di pedalaman melalui donasi untuk dana dakwah,’’ kata seleb hijrah yang mengenakan ikat kepala khas Timor Timur hadiah dari da’i.

Dewan Da’wah yang didirikan Founding Fathers M Natsir dkk pada 1967, program utamanya adalah mendidik dan mengirimkan da’i pedalaman Nusantara. Hingga kini, Dewan Dakwah sudah menempatkan sekitar 600 da’i  di 34 provinsi di Tanah Air.

Ramadhan tahun 2019 (1440 H) ini, Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia mengirimkan Kafilah Dakwah Ramadhan ke pedalaman.

Ketua Umum Dewan Da’wah, Mohammad Siddik MA, mengatakan, mulai akhir April ini lembaganya mengirimkan lebih 200 da’i mahasiswa untuk mendampingi masyarakat di daerah minus dalam memakmurkan Ramadhan 1440 H/2019.

‘’Melalui Program Kafilah Da’wah (Kafda), kami menempatkan 200-an dai mahasiswa ke pedalaman Nusantara hingga keluar negeri. Para da’i tersebut berasal dari Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir dan Akademi Dakwah Indonesia (ADI),’’ papar Siddik.

Ketua Bidang Pendidikan Dewan Da’wah, Dr Imam Zamroji, menjelaskan, daerah penempatan yang dipilih terkategori daerah pedesaan, pedalaman, muslim minoritas, daerah transmigrasi, perbatasan, dan daerah yang secara umum minus kondisinya.

‘’Untuk tahun ini, kami pertimbangkan juga lokasi terdampak bencana alam seperti Lombok, Palu, dan Banten,’’ terang Dwi Budiman MPdi, Ketua STID M Natsir.

Puluhan da’i Kafda STID Mohammad Natsir Jakarta, tahun ini ditempatkan di Muara Bungo Jambi, Manado Sulawesi Utara, Waringin Timur Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Baranusa dan Lembata Nusa Tenggara Timur, Pulau Enggano Bengkulu, Pulau Nias, Talangmamak Riau, Lunang Silaut Sumatera Barat, Gunung Bromo Malang, Gunung Wilis Kediri, Palu, dan Lombok serta Raja Ampat Papua.

Sedang Kafilah Daiyah (mahasiswi) ditempatkan di Desa Sukamekar, Kec Sukaraja, Kab Sukabumi, Jawa Barat. Sebagian lainnya bertugas di Kampung Deplangu, Desa, Kertajaya, Kec Sumur, Kab Pandeglang, Banten. Berikutnya di Kampung Kelapa Koneng, Desa Banyuasih, Cigeulis, Pandeglang.

Dewan Da’wah Jawa Timur menempatkan belasan da’i di beberapa daerah di Jawa Timur seperti Kediri, Malang, dan Blitar serta Madiun.

Selain itu, Dewan da’wah Jatim juga mengirim sepuluh da’i muda untuk memakmurkan Ramadhan di Singapura. Para juru da’wah belia berasal dari Ma’had Islamic Center eLKISI Mojokerto yang dipimpin KH Fathur Rohman.

‘’Program kafilah da’wah yang dinamakan Praktek Da’wah Ramadhan ini bekerjasama dengan Madrasah Huda pimpinan Ustadz Abdul Hakeem M Ismail,’’ tutur Kyai Fathur yang juga Sekretaris Dewan Da’wah Jatim.

Adapun da’i mahasiswa ADI Lampung bertugas di pedalaman Lampung Tengah dan Selatan serta Tanggamus. Sedang ADI Sambas mengirim da’i ke perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat bagian utara. Sementara itu, ADI Jawa Barat menempatkan da’i di daerah minus di Kabupaten Bandung.

ADI Sukabumi, Aceh, Banten, Batam, Kupang, Bukittinggi, juga menempatkan para da’i mahasiswa di daerah-daerah pedalaman sekitarnya.