Tetap Konsisten dengan yang Halal

by

Semangat saja tidak cukup, kita perlu konsisten dalam menggeliatkan hidup halal.

Wartapilihan.com – Jakarta. Halal bukan hanya prinsip moral tetapi gaya hidup yang mulai disadari umat Islam seluruh dunia.

Gaya hidup halal bermakna mulai memilih makanan dan minuman yang dikonsumsi, mulai berhati hati dengan kandungan suatu produk, proses dan tempat penyajian dan ada hal yang penting lagi selain itu yakni dari mana sumber keuangan yang diperoleh.

Sumber keuangan kadangkala menjadi luput perhatian kita karena sikap pragmatis atas kebutuhan sehari hari. Padahal dari kas kas keuangan ini, geliat hidup halal akan dilaksanakan secara utuh.

Jika kita mengabaikan asupan halal, tentu akan berimplikasi pada kesehatan fisik dan jiwa. Dampak psikologis bisa muncul akibat konsumsi makanan haram seperti sifat marah. Imam Ahmad menyatakan pula untuk makan makanan yang halal “Makanlah makanan yang halal” (Thabaqat Alhanabilah 1/263).

Selain dampak jiwa, dampak kesehatan juga dipengaruhi oleh asupan kita. Penelitian dari Australia menyebutkan jika memakan makanan babi, akan ada sifat binatang yang terinternalisasi. Dr. Murad Haffman dalam penelitiannya menyatakan bahwa daging babi yang ada cacing pitanya, salah satu jenis yang diharamkan oleh Islam dapat menimbulkan kanker usus, iritasi, eksim dan rematik sebagai akibat pengurangan protein di dalam tubuh.

Dengan berbagai dampak yang terjadi, sebagai seorang muslim perlu kiranya memperhatikan asupan ke dalam tubuh dan untuk itu perlu konsistensi untuk menerapkan hidup halal.
Penulis: Meilia Irawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *