Taman Narmada, Saksi Lombok sebelum Islamisasi

by
foto:istimewa

Selama ini kita hanya mengenal Lombok sebagai kota Seribu Masjid. Ternyata, ada hal yang tidak diketahui bahwa Lombok dahulu penduduknya beragama Hindu dan animisme. Hal ini dibuktikan dengan masih terawatnya Taman Narmada.

Wartapilihan.com, Mataram – Taman Narmada terletak di Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Lombok Barat atau sekitar 10 kilometer sebelah timur Mataram

Taman Narmada menjadi saksi bisu bagaimana kaum muslimin bertoleransi dan menjaga tempat bersejarah yang dibangun pada tahun 1727 oleh Anak Agung Gde Ngurah, Krajaan Karangasem, Bali pada saat di Lombok.

Dulu, taman dengan luas dua hektar ini sebagai tempat peristirahatan raja dan pemujaan. Hal ini dibuktkan dengan adanya pura.

Uniknya, di Taman Narmada ada kolam yang dijadikan tempat pemandian raja. Selain kolam, di dalam Taman Narmada juga terdapat Bale Loji dan Bale Terang, tempat inilah para raja menginap ketika di Taman Narwada.

Selain Bale Loji dan Bale Terang juga ada Bale Pawedayan sebagai perpustakaan, tempat membaca para raja di waktu senggang.

Bagi para wisatawan muslim yang berkunjung ke sini, tempat ini sangat bagus sebagai tempat mempelajari sejarah, cara toleransi dan memelihara bangunan sejarah. Hal ini dikarenakan masih bagusnya pemeliharaan Taman Narmada.

Untuk mengunjungi Taman Narmada bisa menyewa taksi, ojek online. Hal ini dikarenakan Kota Lombok jarang ada angkutan umum. Sehingga keberadaan ojek online menjadi rezeki tersendiri bagi masyarakat Lombok.

Festival Bau Nyale

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang menggalakan potensi wisata pantai. Dinas Pariwisata NTB akan menggelar festival Bau Nyale pada 6-7 Maret 2018 di Pantai Kuta Mandalika.

Pesona Bau Nyale sudah menjadi salah satu dari 100 event nasional yang diselenggarkan oleh Kementerian Pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal mengatakan, festival Bau Nyale berasal dari tradisi suku Sasak asli NTB yang berburu cacing laut.

“Festival Bau Nyale akan digelar di Pantai Seger, Mandalika. Pantai yang baru direvitalisasi untuk menggaet turis,” kata dia di Mataram, NTB, Kamis (22/2/2018).

Menurut dia, rangkaian Bau Nyale akan diselingi agenda lain diantaranya pada tanggal 24 Februari akan melaksanakan kompetisi voli yang diikuti oleh 24 provinsi di Indonesia dan 8 negara di Pantai Kuta Mandalika, tempat berlangsungnya Bau Nyale.

Ia menceritakan asal muasal Bau Nyale, ada legenda Putri dari pasangan Raja Tonjang Beru dan Dewi Seranting di NTB yang cantik jelita. Kecantikannya membuat pangeran dari berbagai kerajaan ingin melamarnya untuk menjadi permaisuri.

“Agar ia tidak menjadi rebutan para pengeran yang berujung pertumpahan darah, maka sang putri menyebur kelaut dan munculah cacing laut, dari sinilah adanya festival Bau Nyale,” katanya. II
Izzadina/Zuhdi