Pesantren untuk Muallaf

by
Pesantren untuk Muallaf foto:istimewa

Memfasilitasi para muallaf tidaklah mudah. Masyarakat masih tabu mendengar muallaf. Tidak jarang diskriminasi terhadap mereka, mulai dari keluarga sendiri hingga saat mencari pengetahuan tentang Islam. Dompet Dhuafa merangkul dan mendampingi para muallaf untuk lebih memahami keyakinan yang kini dijalaninya.

Wartapilihan.com, Bintaro –Wisma Muallaf, terletak di kawasan Bintaro, diikhtiarkan menjadi saksi para muallaf yang akan dibina pemahaman keislamannya. Peresmian program “Pesantren Muallaf” ini bertujuan memfasilitasi para muallaf agar lebih mengenal Islam lebih dalam, serta memahamkan kepada mereka bahwa Islam rahmatan lil-‘alamin.

“Pesantren muallaf merupakan upaya optimalisasi pemanfaatan dan pengelolaan aset wakaf yang diamanahkan wakif ke Dompet Dhuafa untuk pembinaan dan pengembangan muallaf. Program pesantren muallaf tentunya akan bersinergi pula dengan lembaga mitra pembina muallaf yang ada di beberapa wilayah di Indonesia. Dengan sinergi yang baik diharapkan pembinaan muallaf akan saling melengkapi,” tutur KH Ahmad Shonhaji selaku Direktur Dakwah dan Layanan Tanggap Darurat Dompet Dhuafa, berdasarkan siaran pers yang diterima Warta Pilihan, Kamis, (12/4/2018).

“Baru pertama yang kita punya di Bintaro, setelah itu dijalankan akan menjadi badan model pesantren muallaf di tempat lain di berbagai kota lainnya,” lanjut KH Ahmad.

Program Pesantren Muallaf Dompet Dhuafa juga menjadi wadah dan sarana untuk menggali lebih jauh potensi-potensi yang dimiliki oleh para muallaf, dalam program ini ada beberapa unit kerja yang berada dibawah naungan Yayasan Dompet Dhuafa Republika yang direncanakan terintegritas untuk kebermanfaatan para muallaf.

“Program pembinaan muallaf yang dilakukan Dompet Dhuafa menjadi aktifitas paralel dilakukan bersama dengan tim Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) yang diharapkan menjadi wadah pembinaan untuk penguatan aqidah, pendalaman ilmu agama Islam, bimbingan membaca alquran dan juga ikhtiar kemandirian dengan pendidikan vokasional untuk membangun semangat kemandirian dan jiwa entrepreneurship bagi muallaf,” tutup KH Ahmad Shonhaji.

Menurutnya, pembangunan pesantren ini memakai dana umat berupa tanah wakaf. Sehingga ada unsur dana umat yang dikembangkan, akan maksimalkan dan melengkapi pembina mualaf.

Pesantren ini dibangun di atas tanah wakaf dan memang diperuntukkan untuk mualaf. “Jadi, pesantren ini dalam rangka pembinaan membentengi akidah para muallaf, pendidikan agama Islam, mereka membaca Alquran kemudian juga membangun kemandirian,” imbuh dia.

“Program pesantren mualaf tentunya akan bersinergi pula dengan lembaga mitra pembina mualaf yang ada di beberapa wilayah di Indonesia. Dengan sinergi yang baik diharapkan pembinaan mualaf akan saling melengkapi,” pungkasnya.

 

Eveline Ramadhini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *