PESANTREN MENAGIH JANJI PRABOWO-GIBRAN

by

Oleh: Dr. Adian Husaini (www.adianhusaini.id)

            Salah satu janji pasangan Prabowo Gibran dalam kampanye Pemilihan Presiden 2024 adalah memajukan pondok pesantren. Gibran secara demonstratif menjanjikan akan adanya dana abadi pesantren. “Meluncurkan program Dana Abadi Pesantren untuk mencetak santri unggul berkualitas sebagai implementasi UU No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren,” begitu salah satu janjinya.

Banyak janji lain dalam bidang pendidikan yang disampaikan oleh Prabowo-Gibran. Terkait dengan pendidikan keagamaan, secara khusus dinyatakan: “Meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan seperti pondok pesantren dan sekolah-sekolah berbasis agama lain, dan memberikan beasiswa bagi para siswa untuk melanjutkan pendidikan baik di tingkat nasional maupun internasional.”

Berikut ini beberapa janji lainnya dalam bidang pendidikan:

  • Membangun sistem pendidikan nasional yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa dengan melaksanakan program pengembangan budi pekerti sejak dini.
  • Menjamin insentif bagi perguruan tinggi dan dunia usaha yang berkolaborasi dalam ilmu pengetahuan dan riset yang mendukung kemajuan dan daya saing bangsa, serta membuka kesempatan untuk melakukan kolaborasi global.

(c). Membangun sistem pendidikan nasional yang mengedepankan pembentukan delapan karakter utama bangsa seperti religius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin dan tertib, mandiri dan bermanfaat.

(d) Membuka lebih banyak fakultas ilmu pendidikan yang diberikan subsidi yang lebih banyak dari pemerintah sehingga uang kuliah lebih murah, serta dosen-dosen diberikan kompensasi lebih tinggi daripada pengajar di fakultas lain.

Selain itu, Prabowo- Gibran juga berjanji akan membangun sekolah-sekolah unggul terintegrasi di setiap kabupaten, dan memperbaiki sekolah-sekolah yang perlu renovasi. Kemudian ada sekolah unggulan yang akan dibangun mengikuti model sekolah unggulan tanpa asrama (non-boarding school) dan asrama, serta terintegrasi dari sekolah dasar hingga ke menengah atas.

Begitulah sebagian janji yang disampaikan oleh pasangan Prabowo-Gibran dalam bidang pendidikan. Banyak sekali janji-janji itu yang memerlukan pendanaan yang sangat besar. Itu belum termasuk program makan siang gratis. Tentu saja semua itu memerlukan strategi pencapaian yang tepat agar dapat terwujud dengan seoptimal mungkin.

Sebenarnya, gambaran besar gagasan Prabowo Subianto untuk memajukan Indonesia, termasuk dalam bidang pendidikan, cukup tergambar dalam bukunya: “Paradoks Indonesia dan Solusinya” (Jakarta: PT Media Pandu Bangsa, 2022, cetakan kedua).

Melalui buku ini, Prabowo mencita-citakan Indonesia ke depan akan menjadi negara yang kuat, sehingga dapat menyejahterakan rakyatnya dan tidak dipandang rendah oleh bangsa-bangsa lain.  Karena itulah, buku ini dibuka dengan ungkapan pemikir Yunani Thucydides: “The strong do what they can and the weak suffer what they must (Yang kuat akan berbuat apa yang dia mampu berbuat dan yang lemah akan menderita).”

Menurut Prabowo, ajaran Thucydides itu diajarkan di sekolah-sekolah strategi militer di dunia.  Sejarah di Indonesia juga menunjukkan hal itu. Dalam berbagai kesempatan Prabowo juga menyampaikan gagasan Thucydides dengan semangat.

Sebenarnya cita-cita Prabowo untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang kuat bisa diwujudkan melalui lembaga pendidikan pondok pesantren. Inilah cita-cita Ki HajarDewantara sejak tahun 1928. Yakni, menjadikan pesantren sebagai model ideal pendidikan nasional.

Ciri khas pesantren sebagai lembaga pendidikan untuk memperdalam ilmu-ilmu agama dan membentuk manusia pejuang berakhlak mulia bisa dipadukan dengan pendidikan kemiliteran di Indonesia. Pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua dan terbesar di Indonesia.

Alangkah indahnya, jika para taruna TNI atau Polri yang cerdas diberikan kesempatan menjalani proses pendidikan yang terpadu yang memadukan antara pendidikan kemiliteran dengan kepesantrenan. Tujuan pendidikan ini untuk membentuk perwira TNI-Polri yang hebat seperti Jenderal Soedirman. Beliau seorang jenderal TNI yang hebat dalam hal kemiliteran dan sekaligus seorang muslim yang kuat dalam penghayatan dan pengamalan agamanya.

Saat ini ada lembaga pendidikan SMA Taruna Nusantara dan Akademi Militer. Bisa saja dikembangkan satu program “Pesantren-Akademi Militer”  untuk mendidik taruna muslim menjadi seorang perwira militer yang hebat sekaligus memiliki keilmuan Islam yang mumpuni.

InsyaAllah, ke depan, dari Pesantren Khusus ini akan lahir perwira-perwira tinggi militer yang patut diberi gelar: “Jenderal TNI Kiai Haji Muhammad Sudirman Diponegoro.”

Kita tunggu janji Prabowo-Gibran untuk memajukan pendidikan di Indonesia, khususnya menjadikan pesantren sebagai model ideal pendidikan nasional, sesuai amanah Tokoh Pendidikan Ki Hajar Dewantara. (Depok, 29 April 2024).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *