Pertolongan Pertama pada Autisme

by
Ilustrasi anak terkena autisme. Foto: TV3.

Ketika sang anak terdiagnosis oleh dokter mengalami autisme, terdapat beberapa hal yang harus orangtua lakukan.

Wartapilihan.com, Jakarta — Anak yang terserang autisme memiliki kekebalan tubuh yang rendah dan juga alergi makanan yang lebih tinggi sebanyak lima kali. Berdasarkan hasil penelitian, prevalensi alergi pada makanan anak autis lebih tinggi dibandingkan dengan yang bukan autis.

Sebanyak 18 hingga 52 persen anak autis mengalami peningkatan gangguan pencernaan seperti diare, konstipasi, selektif terhadap makanan dan rasa tidak nyaman di perut.

Maka dari itu, dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI, dokter ahli autis, ia mengatakan, jika anak telah didiagnosis menderita autisme, hal yang harus dilakukan pertama-tama adalah membersihkan lingkungan, makanan atau minuman, dan lain-lain untuk menghilangkan paparan baru yang lebih lanjut.

“Lakukan CFGFSF diet (casein-free, gluten-free, sugar-free diet) dengan benar-benar ketat yaitu 100% free ( 100% tidak mengkonsumsi, 0% yang dikonsumsi anak),” tutur Rudy.

Disarankan, anak jangan mengkonsumsi soya/kedelai dan jagung, buah, sayur, umbi-umbian yang kandungan kadar fenolnya tinggi, seperti adas, anggur, apel, apricot, bawang merah, bayam, belimbing, beet, semua berries, buah naga merah, semua cabe, cengkeh, semua cherries, coklat (bubuk dan olahan).

Ia juga menyarankan agar anak tidak mengkonsumsi bahan kimia seperti pewarna makanan, perasa makanan (natural, artificial), pengawet makanan, dan lainnya.

“Lakukan terapi dengan metode ABA (Applied Behavior Analysis): Yang dilakukan secara intensif yaitu minimal 40 jam/per minggu, bahkan during all waking hours (selama waktu anak terjaga), dan optimal (berkualitas),” tegas dia.

Ia juga menekankan agar anak melakukan konsultasi dengan Ahli Gizi untuk mengatur asupan gizi seimbang dan yang jumlah hariannya sesuai dengan kebutuhan namun menggunakan bahan-bahan makanan yang diperkenankan.

 

Eveline Ramadhini