Pengaruh Wajah Datar pada Bayi

by
foto:http://www.solusisehatku.com

Bagaimana respon Anda ketika bayi menatap wajah kita? Sebagian ada yang tersenyum, membuat wajah lucu atau berceloteh mengajak berbicara. Namun, sebagian lain mungkin lebih memilih untuk main gawai (gadget) atau marah-marah karena merasa lelah. Adakah efek signifikan atas respon kita terhadap anak bayi pada usia 0-12 tahun?

Wartapilihan.com, Jakarta –“Still Face” atau terjemahan harafiahnya adalah “ekspresi muka datar” mengacu pada ekspresi wajah tanpa emosi. Still Face Experiment adalah percobaan yang dilakukan untuk melihat bagaimana pengaruh ekspresi ibu/pengasuh kepada emosi dan perilaku bayi.

Hal itu disampaikan oleh seorang psikolog, Yeti Widiati. Ia pribadi merasa sungguh terpengaruh dengan percobaan ini dan semakin yakin bahwa seorang ibu maupun pengasuh perlu memberikan respon yang koheren atau sesuai dengan ekspresi anak.

“Ibu yang peka, hangat dan memiliki kelekatan/attachment dengan anaknya, merupakan basis untuk pembentukan emosi yang sehat bagi anak. Sebaliknya ibu/pengasuh yang kurang peka, kurang ekspresif, kurang responsif dan bila itu berlangsung terus-menerus, maka anak berpeluang mengalami gangguan emosi dan perilaku di kemudian hari,” tutur Yeti, Kamis, (22/2/2018).

“Termasuk juga bila ayah dan ibu berkonflik, maka ekspresi ayah dan ibu yang sedih, kecewa, marah, kesal, dan lainnya akan tertangkap anak dan membuat mereka tidak nyaman juga,” tutur

Ia menunjukkan sebuah video tentang sebuah percobaan yang dilakukan orangtua sebagai pengasuh kepada anaknya. Di dalam video tersebut, awalnya seorang ibu wajahnya hangat dan ceria di depan anaknya. Anak tersebut juga semakin senang dan tertawa.

Namun ketika sang ibu mengubah wajahnya menjadi datar, wajah bayi tersebut terlihat takut meski awalnya tetap mengajak ibunya untuk bercanda. Namun melihat respon dari ibunya yang wajahnya datar, anak menjadi rewel dan akhirnya menangis.

“Video ini cukup menunjukkan betapa pentingnya kita sebagai pengasuh memberikan respon positif pada anak. Respon positif ini adalah kebutuhan anak untuk mengembangkan kemampuan pengelolaan emosi yang sehat dan kendali perilaku yang baik,” pungkasnya.

Maka ia menyarankan juga agar menyimpan gadget ketika sedang mengurus anak, agar lebih fokus pada bayi. Selain itu, penting bagi suami istri untuk terus menguatkan ikatan bonding satu sama lain dengan saling mencintai.

 

Eveline Ramadhini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *