Muslimat Al-Ittiihadiyah Gelar Pelatihan Multimedia

by
foto:istimewa

Ketua Umum Pimpinan Muslimat Al-Ittihadiyah Ustazah Hartini Salama berharap, para peserta mampu memberikan berita edukatif dan menyebarkan syiar dakwah kepada masyarakat melalui teknologi digital.

Wartapilihan.com, Jakarta — Perkembangan dakwah dari berbagai segi memberi keharusan agar dapat melihat berbagai macam metode yang dapat memudahkan penyebaran informasi dakwah.

Dengan adanya internet dan banyaknya aplikasi multimedia, jangkauan teknologi informasi menjadi lebih luas. Tidak mengenal batas ruang dan waktu serta memiliki dunianya sendiri menjadi keunggulan dunia maya.

Ketua Umum Pimpinan Muslimat Al-Ittihadiyah Ustazah Hartini Salama menjelaskan tiga pilar Al-Ittihadiyah. Pertama, pendidikan. Kedua, ekonomi. Dan ketiga kaderisasi. Karena itu, pihaknya menggelar berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas SDM sebagai bekal mengabdi di masyarakat.

“Seperti pelatihan multimedia yang kami selenggarakan dengan Pustekkom Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kita tahu, saat ini adalah era digital, sehingga dalam pelatihan ini kami berikan e-learning untuk para guru, aktivis Ormas dan Wanita Islam,” ujar Ustazah Hartini kepada Wartapilihan.com di aula Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (22/9).

Ia menargetkan, para peserta pelatihan multimedia ke depannya mampu membuat konten kreatif dalam bentuk tulisan ataupun video. “Insya Allah kami akan menyelenggarakan secara berkala dengan melihat antusias para peserta,” katanya.

Hartini menjelaskan, literasi digital merupakan suatu keniscayaan para da’iyah di era teknologi 4.0. Para juru dakwah dari berbagai profesi harus mampu memberikan konten edukatif serta dapat menangkal berita hoax dan cenderung tendensius.

“Kami menyampaikan kepada kader di berbagai daerah seperti Jambi, Lampung, Medan, dan Aceh untuk tidak menyebarkan berita yang tidak diketahui kebenarannya. Sebab, berita di dunia maya sulit dihapusnya. Ada rekam digital,” ungkap Presidium Badan Organisasi Musyawarah Muslimah Indonesia ini.

Dalam kesempatan sama, trainer dari Pustekkom Kemendikbud Irfan mengatakan, peserta pelatihan multimedia diharapkan tidak lagi sebagai konsumen, tetapi dapat menjadi produser kebaikan dalam bentuk digital.

“Kami arahkan peserta dari materi dasar seperti literasi digital. Contohnya, peserta harus mampu membedakan mana berita hoax dan bukan hoax serta mampu menanggapinya secara bijak. Mereka mampu membuat meme, video dan konten yang baik,” ujar dia.

Dalam pelatihan tersebut, Irfan memaparkan dua metode materi pelatihan. Pertama, e-learning dengan memanfaatkan Google Classroom sebagai media pembinaan lanjutan. Kedua, menjadikan peserta sebagai kontributor portal Rumah Belajar.

“Kami menyiapkan mereka untuk dapat mendidik generasi millenial dan mampu berinovasi di era revolusi industri keempat ini,” katanya.

Menurut dia, Indonesia masih berada di posisi ke 61 untuk literasi digital. Karenanya, ia mengajak masyarakat untuk produktif terhadap gawai-nya. “Dakwah digital itu tidak mesti yang berat ya. Seperti mengingatkan shalat dengan meme dan pesan inspiratif dapat kita lakukan, agar syiar kebaikan tersebar masif,” ujar Irfan.

Ahmad Zuhdi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *