Mewaspadai Kanker Usus Besar

by

Kanker usus besar bisa menjangkiti siapa saja, bahkan meski sudah mengkonsumsi sayur dan buah-buahan segar.

Wartapilihan.com, Jakarta –Hal tersebut disampaikan dr. Syahfreadi, dosen UIN Syarif Hidayatullah. Ia mengatakan, berdasarkan pengalamannya, justru banyak kasus tumor usus besar yang menjangkiti masyarakat yang memakan buah dan sayur-sayuran.

“Nah ini yang jadi bahan untuk menceritakan kepada para pasien, pada dasarnya enggak ada penyebab pasti pasien tumor (usus besar), tapi kita harus tetap menerapkan pola hidup sehat,” tutur Syahfreadi, Rabu, (20/6/2018), di Jakarta, dalam acara “Dokterku”.

Namun yang jadi faktor umum penyebab kanker usus adalah banyaknya lemak dalam tubuh, pola hidup yang tidak baik dalam mengkonsumsi serat dan kurangnya aktivitas.

Adapun tumor yang berujung kanker ini dapat bertingkat-tingkat. Maka, untuk melakukan penyembuhan harus dipastikan terlebih dahulu oleh keluarga, agar dapat ditangani dengan tepat oleh medis.

“Setelah divonis akan ditentukan langkah selanjutnya. Penanganan yang ada sampai saat ini, kita memakai metode operasi dan kemoterapi untuk yang ganas (tumornya). Radiasi perkembangan ilmu dan teknologi pengembangan sudah sampai tingkat terapi target (targeting teraphy),” tutur dia.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, pengobatan sesuai dengan kondisi. Jika pasien divonis berada di stadium 1 dan 2, maka hanya dilakukan operasi dan observasi. “Kalau stadium 3 wajib dikemoterapi apalagi stadium 4,” tukasnya.

Hal yang membahayakan dari kanker usus besar ini adalah penyebaran yang bisa sampai ke paru-paru dan hati sesuai dengan pembuluh darah. Untungnya, penyakit ini bisa ditangani oleh BPJS selama syarat-syarat terpenuhi.

Syahfreadi mengungkapkan, kendati pasien telah divonis menderita penyakit ini hingga stadium empat, namun dokter akan membentuk tim untuk meningkatkan angka harapan hidup bagi pasien.

“Kami tidak hanya mengobati fisik pasien, tapi juga jiwanya, karena pasien selalu ada harapan. Kami meningkatkan harapan hidup bagi pasien. Meningkatkan angka progressive survival. Memang tidak berhubungan dengan menambah usia , tapi setidaknya kita bertanggungjawab dalam hal itu,” imbuh dia.

Sebagai pihak dari kalangan medis, ia berpesan agar kembali hidup sehat dan diet dengan benar. Juga, banyak mengonsumsi makanan berserat serta banyak meminum air.

“Kurangi makanan siap saji, kadar lemak tinggi harus hati-hati, kalau ada infeksi di perut di usus nanti harus dianjurkan screening, datang ke dokter bedah yang berhubungan dengan tumor usus besar,” saran dia.

“Bagi yang sudah tervonis, yakinlah bahwa selalu ada harapan. Jangan dipikirkan usia, kehendak Allah Ta’ala,” pungkas dia.

 

Eveline Ramadhini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *