Menggugat ‘Achmad’ Prabowo Subianto

by

‘’Memang disunnahkan memberi nama dengan nama para nabi, khususnya nama Nabi Muhammad SAW’’

Wartapilihan.com, Jakarta— Ada hadiah istimewa buat Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, sehari jelang pemilihan presiden. Ia diberi tambahan nama ‘’Achmad’’ oleh para ulama, sehingga nama lengkapnya menjadi: Letjen TNI (Purn) H Achmad Prabowo Subianto.

Pemberian nama tambahan itu berlangsung dalam acara peresmian Masjid Nurul Wathan di Padepokan Garuda Yaksa, Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Kab Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/4/2019).

Acara tersebut dihadiri para petinggi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi dan para ulama seperti Pimpinan Perguruan Islam Assyafiiyah KH Abdul Rasyid Syafii, Ketua Umum Dewan Dakwah Moh Siddik MA, Ketua Dewan Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri, Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Ketua BPN Prabowo-Sandi Djoko Santoso, Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah, Ustadz Ansufri Idrus Sambo, Al Ghazali bin Ahmad Dhani, dan lainnya.

Bolehkah Prabowo Subianto mendapat nama tambahan ‘Achmad’?

‘’Memang disunnahkan memberi nama dengan nama para nabi, khususnya nama Nabi Muhammad SAW,’’ terang Dr Adian Husaini, pimpinan At Taqwa College, Depok, Jawa Barat.

Pakar Pemikiran dan Adab Islam itu menyebutkan, Imam Bukhari rahimahullah bahkan membuat bab khusus dalam Kitab Shahih Bukhari yakni “Bab (anjuran) memberi nama dengan nama para nabi”.

Demikian juga Imam Muslim rahimahullah, membuat bab khusus dalam Kitab Shahih Muslim yakni ‘’Bab (anjuran) memberi nama dengan nama para nabi dan orang-orang shalih”.

Imam Muslim dalam kitabnya memuat hadits dari Mughirah bin Syu’bah ra yang berkata: ‘’Ketika aku tiba di Najran, orang-orang bertanya kepadaku, ’Apakah engkau memahami ayat: Hai saudara perempuan Harun” (QS Maryam: 28) sedangkan Musa as itu hidup jauh sebelum jaman ’Isa. Apakah maksudnya begini dan begini?’

Setelah bertemu dengan Rasulullah saw aku menanyakan tentang hal tersebut. Beliau menjelaskan, “Kebiasaan mereka pada waktu itu memberi nama seseorang dengan nama para nabi atau orang-orang shalih sebelum mereka” (HR Muslim no 2135).

Berkenaan dengan itu, Ibnul Qayyim ra menyitir perkataan Sa’id bin Musayyib: Nama yang paling dicintai Allah adalah nama para Nabi. Dalam kitab sejarah dijelaskan bahwa sahabat Thalhah mempunyai sepuluh anak dan setiap anak bernama dengan nama nabi. Sahabat Az-Zubair juga memiliki sepuluh anak dan dinamakan dengan para syuhada” (Tuhfatul Maudud hal 128, Maktabah Darul Bayan, cet. I, Damaskus, Syamilah).

‘’Semoga Haji Achmad Prabowo Subianto menjadi lokomotif peradaban tinggi Islam di Tanah Air,’’ harap Abah Adian usai mencolok pagi ini.