Melirik Bandara Terbaik Kedua Di Dunia

by
Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Balikpapan. Foto: Istimewa.

Malam ini (20/3), dai internasional Syekh Yusuf Estes akan memberikan ceramah di BSCC (Balikpapan Sport and Convention Center).

Wartapilihan.com, Balikpapan –Kesegaran udara subuh Bandara Soekarno Hatta dan awan cerah mengiringi penerbangan kami menuju Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Balikpapan. Jarak Jakarta Balikpapan adalah sekitar 1.875 km dengan estimasi tempuh 2 jam melalui jalur udara.

Diresmikan pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Bandar Udara Sepinggan meraih penghargaan Airport Service Quality (ASQ) Award 2017 sebagai bandara terbaik kedua di dunia untuk kategori penumpang 5 – 15 juta per tahun.

“Ini bukan hanya bandar udara, ‘its not only airport’, tetapi ini adalah ‘centre of growth of economy, of services’ (pusat pertumbuhan ekonomi, pusat pelayanan) yang ada di tempat ini,” kata SBY saat memberikan sambutan peresmian sejumlah proyek MP3EI di Bandara Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Pembangunan bandar udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman telah dimulai sejak zaman penjajahan Belanda sebelum waktu kemerdekaan Indonesia. Itu digunakan terutama untuk kegiatan perusahaan minyak Belanda di daerah Balikpapan. Bandar udara ini menjadi bandara sipil setelah pengelolaannya diserahkan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Republik Indonesia pada tahun 1960. Bandar udara ini akhirnya dikelola oleh Perum Angkasa Pura I (sekarang PT Angkasa Pura I) sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 pada tanggal 9 Januari 1987.

Bandar udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman telah direnovasi dua kali selama 1991 sampai 1997. Fase pertama dimulai pada tahun 1991 dan berakhir pada tahun 1994, untuk merenovasi taxy way, terminal penumpang, kargo, dan juga memperpanjang landasan pacu. Pada tahun 1995, pemerintah Indonesia mengumumkan bandar udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman sebagai bandara kelima Indonesia embarkasi haji untuk kalimantan wilayah yang juga terdiri dari provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Fase kedua renovasi terjadi pada tahun 1996 untuk merenovasi hanggar, depot bahan bakar, dan gedung administrasi. Fase kedua selesai dan bandara akhirnya mulai era baru operasionalnya dengan bangunan dan fasilitas baru pada tahun 1997.

Jika ditelusuri lebih jauh, asal kata sepinggan adalah dari kata “satu pinggan”, pinggan diartikan piring besar, sehingga sepinggan memiliki makna bahwa terjalinnya kebersamaan dan kekeluargaan masyarakat Balikpapan. Kata “sepinggan” berasal dari bahasa Paser, yaitu suku yang mendiami tepi-tepi Teluk Balikpapan hingga Teluk Adang, Teluk Adang, dan hulu pegunungan Meratus.

Bandara Sepinggan mulai beroperasi sejak tahun 1920. Hingga dimulainya pengembangan bandara mulai Maret 2013, dibawah kepemimpinan gubernur Kaltim saat itu, Awang Faroek Ishak, terbersit wacana untuk merubah nama bandara ini. Adapun nama yang telah dipikirkan sebagai opsi yaitu nama Sultan Aji Muhammad Sulaiman.

Aji Muhammad Sulaiman lahir pada 8 Februari 1838, dengan nama Aji Biduk atau Pangeran Umar. Merupakan putra ke-8 dari Sultan Aji Muhammad Salehuddin, dengan istrinya Aji Kinchana. Dia merupakan Sultan Kutai Kartanegara ke-18 bergelar Sri Paduka Sultan Aji Muhammad Sulaiman Al-‘Adil Khalifatul Mu’minin bin Aji Muhammad Salehuddin. Dia diangkat menjadi sultan pada 19 Oktober 1850, setelah wafatnya sang ayah Aji Muhammad Salehuddin.

Beliau terkenal raja yang arif, bijaksana, dan tekun mengajarkan agama Islam. Atas usaha beliaulah, syiar Islam menyebar di kawasan Kutai. Setiap tahun Ia selalu menghajikan rakyatnya ke Mekkah. Perhatiannya pada agama, mendorongnya untuk membangun kerja sama dengan Kerajaan Mekkah. Para ulama dijadikannya sebagai penasihat kerajaan sepanjang pemerintahannya.

Pada saat pemerintah Hindia-Belanda menempatkan J.Wager sebagai Assisten Residen Belanda di Samarinda tahun 1853. Ia kemudian menjalin kerja sama dalam pembangunan pemerintahan dengan Sultan. Dan kemudian dibukalah pertambangan batu bara di Kutai, tepatnya di Batu Panggal oleh insinyur asal Belanda, J.H. Menten. Inilah awal mula meningkatnya kekayaan kesultanan Kutai Kartanegara. Dan sampai dengan sekarang, pertambangan batu bara masih dilakukan di beberapa site/lokasi di Kutai Kartanegara. Bahkan saat itu, nama kesultanan Kutai Kartanegara semakin terkenal. Sebagian dari hasil royalti pengeksploitasian tambang tersebut, digunakan untuk membangun kesultanan.

Sekarang pun, kegiatan eksploitasi batu bara masih berjalan di Kutai Kartanegara. Ini yang menjadikan Kutai Kartanegara menjadi salah satu kabupaten/kota terkaya di Indonesia. Luar biasa, subhanallah. Bayangkan, sejak dibukanya pertambangan pertama, tahun 1850-an, sampai dengan sekarang tahun 2015, jika dihitung mundur maka sudah menginjak tahun ke-160-an. Selama 160an tahun tersebut, kekayaan sumber daya alamnya masih terasa oleh penduduk Kutai Kartanegara. Ini adalah anugerah tak terhingga dari Sang Maha Pencipta.

Areal tambang membentang dari Kutai Kartanegara melewati Samarinda, hingga ke Balikpapan. Bukan hanya tambang batu bara, selain itu juga pertambangan minyak semakin berkembang hingga sekarang. Dan dengan perkembangan ekonomi tersebut, kemudian tercetuslah untuk membangun bandara di kawasan Pantai Sepinggan tersebut. Maka, berangkat dari historis tersebut, gubernur Awang Faroek, melihat hal ini sebagai salah satu cara untuk memberikan penghormatan dan ucapan terima kasih bagi segala jasa Sultan Aji Muhammad Sulaiman.

Keluar dari area Bandara, nampak angkutan umum bergantian melaju setelah mengambil penumpang. Akses menuju Bandara Sepinggan sangat mudah dilalui melalui jalan raya Syarifuddin Yos. Gedung-gedung pranata pemerintahan seperti Kemenhub, KUA, Bea Cukai mengelilingi kemegahan.

Tiba di Bandara, tiga mobil konvoy mengantarkan kami ke BSCC (Balikpapan Sport and Convention Center). Rencananya, malam ini, Selasa (20/3) Ulama Amerika Syekh Yusuf Estes akan memberikan ceramah di ribuan peserta.

“Kita sudah tutup (pendaftaran online) Mas, meskipun ada permintaan lagi. Kapasitas gedung sudah penuh,” kata seorang panitia kepada Warta Pilihan pagi ini di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Selain melakukan safari dakwah di Jakarta, Surabaya dan Balikpapan, Syekh Yusuf juga akan menyampaikan ceramah di Malaysia.

Zuhdi/Izzadina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *