Mahasiswa STID M Natsir Wafat dalam Kecelakaan di Cirebon

by

Hingga kini, ayah Ega masih non-Muslim dan tinggal di Kota Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur. Ibunya yang muslimah, tinggal  di Gunungkidul, Yogyakarta.

Innalillahi….telah meninggal dunia Ega Pradana (24 th), mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir Dewan Dakwah semester 7, dalam kecelakaan lalulintas di Cirebon, Selasa (17/12). Rekan seperjalanannya,  Mufassir Al Qurni (21), sempat kritis dan dirawat di IGD RSUD Cirebon. Kini menurut informasi dari Tim STID M Natsir yang mengurusnya, Mufassir sudah masuk ruang rawat.

Ega Pradana putra dari pasutri Roymondus Lakamnasi dan Nunuk Witari.

Hingga kini, ayah Ega masih non-Muslim dan tinggal di Kota Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur.

Ibunya yang muslimah, tinggal  di Gunungkidul, Yogyakarta.

Mufassir Al Kurni putra dari pasangan Azis-Indah Kurniati. Keluarga ini tinggal di Desa Sitimulyo, Kec Piyungan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mufassir yang alumnus Ponpes Ibnul Qoyyim Jogja, masuk STID M Natsir tahun 2016. Ia mengambil Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam.

Almarhum Ega masuk STID M Natsir tahun 2017. Alumnus Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Kupang ini mengambil Prodi yang sama dengan Mufassir.

Liburan kuliah Desember ini, Ega dan Mufassir berboncengan motor mudik ke Jogja. Ega kangen pada ibunya. Namun qadarullah, mereka mengalami kecelakaan lalulintas di daerah Cirebon, hingga Ega wafat dan Mufassir kritis.

Padahal, Ega masih belum menuntaskan dakwahnya di lingkungan keluarganya. Jamaah Gunungkidul atau pedalaman NTT juga merindukan kedatangannya kelak sebagai da’i.

Apa boleh buat, Allah SWT berkehendak lain. 

Goresan Pesan Mufassir

Mufassir Al Kurni

Aku tak tahu harus berkata apa,  ‘tuk diri ini,  temanku seperjalanan,  orangtua kami,  pihak kampus,  DKM Masjid hingga semua orang yang kukenal.

Sejenak tadi aku merasa seakan berada di ambang kematian, hanya pasrah yang kurasa. Namun,  ternyata Allah memberiku kesempatan lagi untuk berbenah. Lalu kulihat keajaiban di jasad mujahid di sampingku,  meski darah mengalir tapi tak ada satupun lecet yang kulihat pada badannya. Sekarang pasti dia tersenyum melihat tempat mulia yang Allah berikan.

Mohon doakan kami, beri kami semangat untuk kembali menuju jalan Allah. Beribu terimakasih untuk seluruh pihak yang sudah sangat baik dan begitu peduli untuk membantu kami.

Jazakumullah khairan katsiiron ikhwany maaf sudah membuat resah dan merepotkan antum semua. Mohon terus beri Ana semangat untuk kembali….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *