Konferensi Pemuda Muslim Untuk Palestina

by
foto:istimewa

Delegasi pemuda dari 17 negara berkumpul selama tiga hari di Bandar Lampung. Menyamakan persepsi dan membahas langkah nyata yang bisa dilakukan generasi muda guna membantu perjuangan kemerdekaan Palestina.

Wartapilihan.com, Bandar Lampung –Sedikitnya 200 peserta yang mengikuti konferensi Pemuda Islam Internasional untuk Palestina pada 30 April-2 Mei di Balai Keratun Provinsi Bandar Lampung menyetujui sebuah kesepakatan bersama yang disebut sebagai Deklarasi Lampung.

Deklarasi Lampung menyoroti tujuh isu utama yang menekankan pada pentingnya persatuan para pemuda sehingga mempermudah strategi perjuangan dalam mencapai tujuan utama, pembebasan Masjid Al-Aqsha dan tanah Palestina dari kolonialisme.

“Inilah saatnya kita bergerak secara bersama-sama. Perlawanan terhadap zionisme internasional adalah jihad kubra yang hanya bisa sukses dilakukan dengan cara berjamaah dan dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala,” kata Ketua Pelaksana Konferensi M. Anshorullah, Rabu, (2/5/2018), di Natar, Bandar Lampung.

Selain itu, Anshorullah juga menyeru para pemuda Indonesia khususnya, untuk meyakini bahwa para pemuda di tanah air memiliki potensi besar untuk mewujudkan cita-cita ini.

Dengan demikian, Anshorullah menyatakan, Al Quds (Jerusalem) adalah ibukota abadi Negara Palestina. Pembebasan Al Quds (Jerusalem), Masjid Al Aqsa dan rakyat Palestina dari belenggu penjajahan adalah kewajiban kolektif umat Islam di seluruh dunia yang digariskan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan seharusnya dilaksanakan melalui gerakan yang bersatu padu di bawah kepemimpinan yang mengikuti jejak Kenabian.

“Pemuda muslim adalah bagian kokoh umat Islam yang harus menjadi garda terdepan dalam perjuangan membebasan Al Aqsa dan rakyat Palestina. Dengan demikian, pemuda muslim di seluruh dunia harus menyatukan langkahnya sebagai inisiatif nyata untuk mewujudkan kesatuan ummat menuju terbebaskannya Al Aqsa dan Palestina,” tutur dia.
Dengan demikian, Konferensi Pemuda Muslim Internasional menyeru untuk membentuk konsorsium internasional bagi pemuda Muslim internasional sebagai wadah gerakan pemuda untuk membebaskan al Quds dan Palestina.

“Konsorsium ini merupakan badan tingkat dunia yang secara aktif membangun komunikasi dan kerjasama antara pemuda Muslim secara individu atau organisasi dan menghimpun berbagai potensi kepemudaan sebagai kekuatan utama untuk meraih kembali kejayaan Islam dan Muslimin,” papar Anshorullah.

Organisasi ini juga menyatakan dukungan atas gerakan massal kembali ke tanah air Palestina (great return march) dan menuntut penghentian blokade terhadap Jalur Gaza. “Kami bertekad menjadikan Al Quds sebagai tempat penyelenggaraan konferensi pemuda sedunia pada tahun 1443H/2021M,” pungkasnya.

 

Eveline Ramadhini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *