Koleksi Green Wakaf Al-Ihsan (GWA): Ciplukan, Buah Mini Dengan Khasiat Maksi

by

Ciplukan, siapa yang tidak kenal buah ini. Kebanyakan tumbuh liar di kebun atau hutan. Hanya menjadi makanan burung atau anak-anak sambil bermain. Padahal, buah ini begitu banyak manfaatnya.

Wartapilihan.com, Depok— Ciplukan atau yang memiliki nama latin Physalis angulata merupakan tumbuhan asli Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Tumbuhan ini tersebar di berbagai belahan dunia, termasuk Asia, Afrika, dan Australia. Ciplukan diperkenalkan ke Indonesia pada abad ke-19 oleh para kolonial Belanda dan kemudian menyebar ke seluruh wilayah Indonesia.

Ciplukan dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai tumbuhan yang memiliki berbagai manfaat kesehatan, seperti membantu mengobati diabetes, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mengatasi berbagai masalah pencernaan. Selain itu, buah ciplukan juga dianggap sebagai buah yang memiliki rasa yang lezat dan unik.

Buah ciplukan, juga dikenal sebagai mengkudu hutan atau keben, telah digunakan dalam pengobatan tradisional selama berabad-abad di beberapa daerah di Indonesia dan Asia Tenggara. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa buah ciplukan memiliki berbagai manfaat kesehatan potensial. Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan yang dikaitkan dengan buah ciplukan, bahkan sudah ada hasil penelitian ilmiahnya:

  1. “Effect of Morinda citrifolia L. fruit juice on glucose regulation in type 2 diabetic patients: a randomized controlled trial” (Efek jus buah Morinda citrifolia L. pada regulasi glukosa pada pasien diabetes tipe 2: uji klinis acak) – penelitian ini dipublikasikan pada jurnal “The British Journal of Nutrition” pada tahun 2010 dan menunjukkan bahwa konsumsi jus buah ciplukan dapat membantu menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes tipe 2.
  2. “Noni (Morinda citrifolia L.) fruit juice reduces inflammatory cytokine expression in Salmonella typhi-infected patients” (Jus buah ciplukan mengurangi ekspresi sitokin inflamasi pada pasien terinfeksi Salmonella typhi) – penelitian ini dipublikasikan pada jurnal “Asian Pacific Journal of Tropical Medicine” pada tahun 2016 dan menunjukkan bahwa jus buah ciplukan dapat membantu mengurangi gejala inflamasi pada pasien yang terinfeksi bakteri Salmonella typhi.
  3. “Antimicrobial and antioxidant activities of different parts of Morinda citrifolia L. and their metabolite profiles” (Aktivitas antimikroba dan antioksidan dari bagian-bagian berbeda Morinda citrifolia L. dan profil metabolit mereka) – penelitian ini dipublikasikan pada jurnal “Natural Product Research” pada tahun 2019 dan menunjukkan bahwa buah ciplukan memiliki aktivitas antimikroba dan antioksidan yang kuat.

Meskipun ada beberapa penelitian yang menunjukkan manfaat kesehatan dari buah ciplukan, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami potensi kesehatan buah ciplukan secara lebih mendalam dan valid. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi buah ciplukan atau produk kesehatan apa pun untuk tujuan pengobatan.

Di beberapa daerah di Indonesia, buah ciplukan juga dikenal dengan nama-nama lain, seperti celengan (Jawa), cecenet (Sunda), kembang pala (Madura), dan lengkeng kacang (Maluku). Buah ciplukan juga menjadi bahan baku untuk berbagai olahan tradisional, seperti selai, jus, dan obat-obatan herbal.

Secara historis, buah ciplukan telah lama digunakan oleh masyarakat pribumi di Amerika Selatan dan Amerika Tengah sebagai obat tradisional. Tanaman ini telah digunakan selama berabad-abad oleh orang-orang Inca, Maya, dan Aztec untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk penyakit pernapasan, malaria, dan sakit kepala. Di samping itu, tanaman ini juga digunakan sebagai bahan pewarna alami dan sebagai alat peramal dalam upacara-upacara adat.

Berikut beberapa resep seputar Ciplukan:

  1. Jus Ciplukan Segar

Bahan-bahan:

– 1 cangkir buah ciplukan segar

– 1 buah jeruk nipis

– 1 buah apel

– 1 cangkir air

 

Cara membuat:

– Potong-potong buah ciplukan, jeruk nipis, dan apel

– Blender semua bahan bersama-sama dengan air hingga halus dan lembut

– Saring jus dan sajikan dalam gelas

 

  1. Teh Ciplukan

Bahan-bahan:

– 5-6 lembar daun ciplukan segar atau kering

– 2 cangkir air

– 1 sendok makan madu (opsional)

 

Cara membuat:

– Didihkan air dalam panci

– Tambahkan daun ciplukan ke dalam panci dan biarkan mendidih selama 5-10 menit

– Saring air teh ciplukan ke dalam cangkir

– Tambahkan madu jika diinginkan dan sajikan selagi hangat

 

  1. Selai Ciplukan

Bahan-bahan:

– 2 cangkir buah ciplukan segar

– 1/2 cangkir gula pasir

– 1/2 cangkir air

– 1/2 sendok teh garam

 

Cara membuat:

– Potong-potong buah ciplukan dan masukkan ke dalam panci

– Tambahkan gula, air, dan garam ke dalam panci

– Didihkan campuran selama 15-20 menit atau hingga selai mengental dan cairan terserap

– Sajikan selai ciplukan pada roti atau kue favorit Anda

Selamat mencoba! Ingatlah untuk memilih buah ciplukan yang segar dan berkualitas baik untuk hasil yang lebih baik.

Buah ciplukan yang masih belum matang dapat digunakan untuk diolah, namun perlu diingat bahwa buah yang belum matang cenderung memiliki rasa yang lebih asam dan kurang manis dibandingkan buah yang sudah matang. Selain itu, buah ciplukan yang sudah matang juga lebih mudah diolah karena teksturnya yang lebih lunak dan mudah dipotong.

Jadi, jika Anda ingin mengolah buah ciplukan, sebaiknya pilih buah yang sudah matang atau hampir matang. Namun, jika hanya buah ciplukan yang belum matang yang tersedia, Anda masih bisa mengolahnya menjadi jus atau selai.Atau Anda bisa menunggu hingga buah tersebut matang sebelum diolah lebih lanjut, tentunya…

Buah Ciplukan adalah salah satu koleksi di Green Wakaf Al-Ihsan (GWA), Yayasan Al-Ihsan Permata Depok (https://wakaf.masjidalihsanperdep.or.id/). Ini adalah kebun berkonsep Permanen Agrikultur (Permakultur) yang ada di lingkungan Masjid Al-Ihsan, Permata Depok. Kapan-kapan pembaca sedang di Depok, silakan mampir (https://goo.gl/maps/j9wDvyuMd9N9FMFt6?coh=178573&entry=tt).

Kabarnya, saat artikel ini ditulis (11/05/2023), mereka sedang memulai pembangunan Café/Warung ngopi di lahan GWA ini. Biar bisa menikmati olahan ciplukan atau hasil kebun lainnya langsung, From Garden to Your Plate. Dijamin local & natural, Hehe….

Abu Faris (Praktisi, Alumni Certified Permaculture Design Course 7th, Bumi Langit Institute Yogyakarta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *