Keluarga dan Seks Bebas

by

Selasa lalu (28 Januari 2020), Mapolresta Depok berhasil mengungkap jaringan mucikari yang memperdagangkan seks untuk anak-anak di bawah umur. Kepolisian Depok berhasil menangkap tiga mucikari yang umurnya belasan tahun dan anak-anak gadis (16 tahun) yang diperdagangkan.

Wartapilihan.com, Depok— Mereka beroperasi di apartemen di jalan Margonda, Depok (lihat https://www.tribunnews.com/metropolitan/2020/01/28/praktik-prostitusi-libatkan-gadis-di-bawah-umur-di-depok-terbongkar-ini-pengakuan-tersangka).

Kejadian ini tentu menyesakkan kita sebagai warga Depok. Di tengah-tengah pemerintah daerah dan umat Islam Depok gencar mengkampanyekan anti LGBT, kini prostitusi mulai merambah ke depok. Apartemen yang kini tumbuh menjamur di Depok, rupanya digunakan para pelaku untuk menyembunyikan kejahatannya.

Kita semua tentu prihatin terhadap hal ini. Perzinahan atau pelacuran adalah hal yang sangat dibenci oleh Islam. Ia bukan hanya dosa besar, tapi hikmahnya juga bisa merusak kehidupan keluarga. Para pria yang terlibat dalam perzinahan, biasanya akan menelantarkan istri dan anaknya. Sementara wanita atau gadis yang terlibat dalam perzinahan, cenderung hidupnya hedonistis, akrab dengan obat-obatan terlarang dan tidak peduli kepada keluarga.

Perbuatan maksiyat, keburukan dan kejahatan berkelindan. Saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Maka jangan heran para pencuri atau perampok menghabiskan uangnya ke tempat-tempat pelacuran dengan minum-minuman keras dan obat-obatan terlarang.

Begitu juga perbuatan baik atau amal shalih, ia juga berkelindan. Seorang ayah yang rajin ke masjid, maka ia akan bersikap baik terhadap istri dan anaknya. Ia akan memikirkan masa depan mereka dan kebahagiaan mereka baik di dunia maupun akhirat.

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah saw bersabda:
“‘Iman itu suci. Orang yang berzina, iman meninggalkannya. Jika ia menyesal dan bertaubat, imannya kembali‘” (HR. Ibnu Abi Syaibah).

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu, ia berkata:
“Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Dosa apa yang paling besar di sisi Allah?” Beliau menjawab, “Anda menyekutukan Allah padahal Dia-lah yang telah menciptakanmu”. Aku katakan kepada beliau, “Itu dosa yang sangat besar”. Kemudian aku bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?”. Beliau menjawab, “Engkau membunuh anakmu karena engkau takut ia mengurangi bagian makanmu”. Aku bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?”. Beliau menjawab, “Engkau berzina dengan istri tetanggamu” (HR. Muslim).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Ada tiga golongan yang pada hari kiamat kelak, yang Allah tidak akan berbicara kepada mereka, tidak akan mensucikan mereka (tidak akan memandang mereka), dan mereka mendapatkan siksa yang pedih. Yaitu orang tua yang berzina, raja (penguasa) yang pendusta, dan orang miskin yang sombong” (HR. Muslim)

000
Tentu, hal yang sangat efektif untuk menghindari perzinahan atau pelacuran, baik di kalangan remaja atau dewasa, adalah keluarga. Ayah dan Ibu mesti menjadi contoh bagi anak-anaknya. Keduanya harus menanamkan sedini mungkin kepada anak-anaknya bahwa perzinahan atau ‘pergaulan bebas’ itu diharamkan oleh Islam. Keduanya harus memberi teladan bahwa pernikahan itu adalah jalan terbaik yang diberikan Islam untuk membentuk keluarga dan masyarakat yang sejahtera.

Bila sang ayah atau sang ibu melakukan perzinahan, maka bukan mustahil sang anak akan menirunya. Dan bila itu terjadi, maka menjadi rusaklah kesucian keluarga. Dan bila keluarga rusak, maka rusaklah masyarakat dan selanjutnya rusaklah negara.

Menjamurnya film-film porno atau semi porno di internet, harus menjadi kewaspadaan bagi keluarga Muslim. Karena bukan tidak mungkin film-film seperti itu ditujukan untuk merusak keluarga, khususnya keluarga Muslim. Anak-anak remaja yang terpapar pornografi, biasanya menjadi malas belajar dan banyak yang kemudian melampiaskan nafsunya ke pacarnya, temannya atau bahkan ke anak-anak kecil. Lihatlah banyak kasus perkosaan yang terjadi karena pelakunya sering melihat film porno.

Zina, adalah kesenangan sesaat tapi kerugiannya ‘abadi’. Kecuali bagi orang-orang yang taubatan nasuha (taubat yang serius dan tidak mengulanginya lagi). Kini terbukti bahwa perzinahan atau ‘seks bebas’ (termasuk homo) menyebabkan penyakit-penyakit kelamin dan AIDS.

Islam bukan hanya melarang perzinahan. Bahkan mendekatinyapun juga dilarang. Karena biasanya orang-orang yang mendekati zina, dia akan berzina. Seperti anak-anak yang sering pacaran, maka biasanya mereka terjerumus dalam perzinahan. Maka Islam tidak mengenal pacaran, Pacaran dalam Islam dilakukan setelah pernikahan.

Maka kewajiban orang tua di masa internet ini, bukan hanya memberi makan dan minum kepada anak-anaknya tetapi juga memastikan mereka selamat dari ‘godaan handphone’. Orang tua harus memonitor anak-anaknya dengan siapa mereka bergaul, apa yang dibicarakan anak-anak via hp/internet dan apa yang dilakukan anak-anak sehari-harinya.

Jangan biarkan anak-anak bermain-main hp tanpa manfaat. Kecuali misalnya hp digunakan untuk komunikasi belajar/organisasi, menonton film-film yang mendidik, menikmati musik yang syairnya tidak merusak dan lain-lain. Biasakanlah dan monitorlah anak-anak di rumah atau di sekolah/kampus apakah mereka melakukan hal yang manfaat atau tidak. Apakah mereka bergaul dengan anak-anak yang shalih atau anak-anak yang suka maksiyat.

Kecerdasan anak bukan hanya di otak, tapi juga kecerdasan kaki dan tangan mereka perlu dilatih. Dan tentu yang terpenting adalah ‘kecerdasan spiritual’ yang membentengi mereka dari hal-hal maksiyat atau hal-hal yang merusak pribadi mereka.

Pesan Rasulullah saw : “Bersemangatlah melakukan hal-hal yang bermanfaat bagimu, mintalah pertololongan pada Allah dan jangan lemah.”

(Nuim Hidayat, Sekretaris Komisi Hubungan Antar Agama MUI Depok dan Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Depok).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *