Israel sering mengabaikan seruan lembaga-lembaga dunia. Hal ini juga seolah membuktikan Israel hanya mengerti bahasa kekuatan.
Wartapilihan.com, Gaza — Serangan Israel terhadap Gaza kembali terjadi sejak beberapa hari yang lalu. Anggota Komisi I DPR RI Sukamta Indonesia harus terus menyerukan kepada dunia internasional agar selalu kompak dan bekerja nyata menghentikan kebrutalan Israel di wilayah Palestina yang telah diokupasi dan dijajah oleh Zionis sejak sekitar 70 tahun yang lalu.
“Dunia harus konkret hentikan kebiadaban Israel,” ujarnya.
Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri DPP PKS ini menegaskan bahwa agresi Israel ke Gaza terus menguatkan bukti Israel penjajah dan agressor yang tidak peduli pada dunia internasional.
“Melihat agresi seperti ini yang terus berulang, maka menjadi tidak relevan dan akan sia-sia jika mencoba berhubungan secara politik dengan mereka. Dan tentunya bertentangan dengan semangat perjuangan kemerdekaan yang dulu juga dilakukan para pendiri NKRI,” tandas Wakil Rakyat dari Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta ini.
Sebelumnya, bentrokan sengit antara Israeldan Hamas di Gaza diakhiri dengan gencatan senjata. Tidak sepakat dengan gencatan senjata itu, Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman, memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya.
“Apa yang terjadi kemarin — gencatan senjata dengan Hamas — adalah sama saja menyerah pada teror. Itu tidak memiliki arti lain,” tegas Lieberman saat menjelaskan alasan pengunduran dirinya kepada wartawan setempat, seperti dilansir AFP.
“Apa yang kita lakukan sekarang adalah sebuah negara membeli ketenangan jangka pendek, dengan harga yang memberikan kerusakan jangka panjang yang buruk terhadap keamanan nasional,” imbuhnya.
Diketahui, gempuran udara Israel terhadap sejumlah target militan di Gaza selama 24 jam terakhir diketahui menewaskan tujuh warga Gaza. Kerusakan terjadi di banyak lokasi dengan gedung-gedung dilaporkan rata dengan tanah dan bola api serta kepulan asap pekat membubung ke angkasa.
Ahmad Zuhdi

