Habib Rizieq Meyakini Kasus Hermansyah Berkaitan Dengan Kesaksiannya Sebagai Ahli IT

by
GNPF MUI memberikan konferensi pers di AQL, Jum'at (16/11/2016), terkait Demo 212. Foto: Istimewa

Wartapilihan.com, Jakarta – Musibah yang menimpa Ahli IT dari ITB, Hermansyah diyakini Habib Rizieq terkait dengan kesaksiannya selama ini. “Musibah yang menimpa beliau selama ini tidak bisa dipisahkan dengan keterlibatan beliau selama ini di hampir setiap Aksi Bela Islam,”terang Habib dari Arab Saudi dalam audio rekaman yang diterima Warta Pilihan pagi ini (10/7).

“Hal ini tidak bisa bisa dipisahkan dari keterlibatan beliau selama ini dalam memberikan kesaksian-kesaksian sebagai seorang ahli bahwa chat fitnah yang selama ini ditujukan kepada saya merupakan chat palsu, penuh rekayasa,”jelasnya.

Imam Besar FPI ini juga menyatakan bahwa musibah yang menimpa Hermansyah tidak bisa dilepaskan dari semangatnya selama ini dalam membela para habaib dan para ulama. “Musibah yang menimpa beliau berupa pembunuhan yang begitu sadis dan begitu keji tidak bisa dipisahkan dari kegigihan beliau dalam menyampaikan yang haq. Karena itu saya minta dari seluruh komponen bela Islam, darimanapun berada dimanapun anda berada, semua harus ikut peduli, semua harus ikut bersuara semua tidak boleh membiarkan kebiadaban dan kekejian ini.”

Habib mengharapkan para penegak hukum untuk mencari, mengejar, memburu menangkap dan memproses hukum secara benar upaya pembunuhan terhadap Hermansyah. Sedangkan kepada seluruh tokoh GNPF, FUI, GMJ dan sebagainya, Habib berharap mereka harus mempersiapkan diri dan harus siaga untuk memghadapi berbagai kemungkinan.

“Saya perintahkan kepada seluruh Laskar FPI dan seluruh laskar-laskar komponen termasuk dari KOKAM Muhammadiyah yang begitu gagah dalam menjaga ulama, harus meningkatkan kewaspadaan dan harus meningkatkan kesiagaan menjaga para habaib dan para ulama dan saya minta para ulama, para tokoh. para habaib, para aktivis , mulai hari ini terus meningkatkan kewaspadaannya,”paparnya.

Pendiri FPI ini juga mengharapkan agar laskar harus siap memberikan bantuan dan melakukan pertolongan di dalam keadaan darurat kepada seluruh para pejuang Aksi Bela Islam. “Sekali lagi ini tidak boleh kita biarkan, yuk kita rembukkan bersama apa yang kita lakukan. Tentu jangan sampai peristiwa ini merusak segala komunikasi yang masih berjalan yang masih kita bangun. Komunikasi yang sedang kita bangun tentu tidak semua orang suka, ada pihak-pihak yang ingin menggagalkan segala rekonsiliasi yang ingin kita bangun, dan saya yakin apa yang menimpa musibah kepada bapak Hermansyah pada hari ini merupakan bagian dari musuh-musuh kita untuk menghancurkan segala renacana-rencana bagus kita.”

Habib juga mengharap agar umat Islam tidak terpancing dan melakukan langkah-langkah hukum yang jelas, untuk mengungkap dan mengusut tuntas persoalan ini. “Bahkan seluruh laskar FPI tidak boleh segan-segan untuk membantu aparat, mengejar, mencari, memburu menangkap semua para pelaku kejahatan tersebut dan kalau aparat tidak mau melakukannya dengan baik dan aparat membiarkan para pelakunya berkeliaran maka saya minta seluruh laskar FPI dimanapun berada untuk mencari, mengejar, memburu, menangkap dan memproses dengan hukum. Dan mereka harus dihukum berat, karena mereka merusak stabilitas nasional menghancurkan keamanan negara, merusak dan mengadu domba antar elemen anak bangsa,”urai Ketua Dewan Pembina GNPF MUI ini.

Berbeda dengan Habib, polisi menyatakan bahwa kasus Hermansyah berkaitan dengan senggolan mobil di jalan tol. “Hasil penyelidikan sementara, korban dianiaya setelah terjadi saling senggolan mobil di Jalan tol,” ujar Kasat Reskrim Polres Depok, Kompol Teguh Nugroho kemarin (9/7). ||

Izzadina