Erat Persatuan Pasca Pilkada

by
Ahmad Muzani bersama Hidayat Nur Wahid. Foto: Istimewa.

“Dalam Pilkada mungkin pilihan kita berbeda namun kita tak boleh lelah dalam membina persatuan,” ujar Muzani.

Wartapilihan.com, Jakarta – Di sela kesibukan menerima tamu dalam acara halalbihalal di rumah dinas, Kemang, Sabtu (30/6), Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani mengatakan halalbihalal merupakan kegiatan yang menjadi tradisi bangsa Indonesia setelah ummat Islam menjalankan puasa sebulan penuh.

“Kegiatan ini merupakan tradisi Indonesia asli. Umat Islam merayakan setelah menjalan puasa di bulan ramadhan,” ujar Muzani.

Lebih lanjut dikatakan, halalbihalal merupakan rasa bentuk syukur. Disebut halalbihalal merupakan bagian untuk mempererat persatuan dan kekeluargaan. Dengan acara ini, ia berharap persatuan dan kesatuan semakin kokoh.

“Dalam acara ini kita bermaafmaafan dan bersilaturahmi. Mempererat persatuan di antara anak bangsa,” ungkapnya.

Sebab, sebagai acara yang mampu mempersatukan perbedaan maka, Muzani menyebut acara ini tepat dilakukan apalagi selepas Pilkada di mana di antara masyarakat ada yang berbeda pilihan. “Dalam Pilkada mungkin pilihan kita berbeda namun kita tak boleh lelah dalam membina persatuan,” tegasnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu bersyukur dalam Pilkada serentak tahun 2018 di tengah hiruk pikuknya, Pilkada bisa berjalan lancar, baik, dan damai.

“Ini bagian dari proses pendewasaan berdemokrasi. Wajib disyukur Pilkada lancar dan damai sebagai bentuk harmoni demokrasi,” tandasnya.

Hadir dalam acara itu Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, anggota MPR dari Fraksi Gerindra Reza Patria, adik Prabowo Subianto yakni Hasyim Djojohadikusumo, serta tokoh dan masyarakat lainnya.

Kawal Kemenangan Pasangan ASYIK

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Gerindra Mohammad Nizar Zahro mengatakan hasil Pilkada Jawa Barat sungguh luar biasa. Secara statistik Pasangan No. 3 Asyik (Sudrajat-Ahmad Syaikhu) terus memimpin. Bisa dikatakan hasil ini merupakan mukjizat dari Allah SWT.

“Mulanya, hampir semua lembaga survei memicingkan kekuatan Asyik. Hampir semua survei menyatakan elektabilitas Asyik hanya 6 sampai 8 persen,” ujar Nizar.

Dikatakan Nizar, prediksi lembaga survei langsung dibantah oleh suara rakyat. Hingga saat ini Asyik terus memimpin dengan persentase di atas 33%. Berdasarkan laporan dari Relawan SATRIA yang bertebaran di seluruh wilayah Jawa Barat, menyatakan bahwa Asyik terus memimpin perolehan suara.

“Oleh karena itu, kami selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat SATRIA menghimbau seluruh relawan SATRIA untuk terus mengawal suara rakyat hingga ke Rapat Pleno KPUD Jawa Barat,” serunya.

Menurutnya, banyak yang menginginkan Asyik kalah. Buktinya sangat jelas, hampir semua lembaga survei menjatuhkan pasangan Asyik. Oleh karena itu, simpul Nizar, relawan SATRIA tidak  boleh lengah sedikit pun dalam mengawal suara rakyat.

“Jangan sampai suara rakyat dibegal di tengah jalan. Apapun ancamannya, apapun resikonya, suara rakyat adalah yang utama. SATRIA akan terdepan dalam mengawal kemenangan Asyik,” pungkasnya.

Ahmad Zuhdi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *