Ekonomi Kelas Menengah Melemah

by
https://3.bp.blogspot.com

Riset yang dilakukan oleh Nielsen pada Oktober 2017 lalu mengatakan, pada tahun ini terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Wartapilihan.com, Jakarta –Menurut Nielsen, kelas menengah bawah merupakan pihak yang paling tinggi perlambatannya karena kenaikan biaya hidup, seperti listrik, BBM maupun sewa rumah. Dampaknya, terjadi pengurangan konsumsi dari kelas menengah bawah, terutama pada produk-produk yang bersifat diinginkan (impulsif).

Sementara itu, kelas menengah atas cenderung menunggu situasi atau ‘wait and see’. Namun, Nielsen menjelaskan, ada indikasi pengeluaran dari aspek gaya hidup dari kelompok masyarakat ini yang cenderung tumbuh.

Anang Ghazali selaku pemerhati marketing daring menjelaskan, penurunan konsumsi atau daya beli pada kelas menengah ke bawah ini semestinya diperhatikan oleh pemerintah, yakni pada aspek kebijakan dalam harga BBM dan juga listrik.

“Agar daya beli masyarakat bawah tidak semakin melemah. Kenaikan biaya hidup dan turunnya penghasilan mereka adalah penyebab melemahnya daya beli masyarakat bawah,” tutur Anang, saat dihubungi Warta Pilihan, Selasa, (7/11/2017).

Anang mengatakan, tidak hanya kelas menengah ke bawah yang kesulitan, tetapi juga bagi pihak perusahaan yang memasarkan produk kebutuhan sehari hari. “Mereka akan kesulitan untuk meningkatkan penjualan. Biaya produksi semakin meningkat, akan tetepi penjualan tertekan. Kondisi Ini tentu saja tidak baik bagi perkembangan dunia usaha,” tutur Anang prihatin.

Menurut Anang, kelas menengah atas memang memiliki daya beli lebih kuat. Pasalnya, potensi pasar di kelas ini, ia menerangkan, sebenarnya sangat besar. Dengan kata lain, kelas atas merupakan ‘pasar’ bagi para pengusaha.

“Selain income yg besar, jumlah orang di kelas ini pun semakin bertambah. Jika di kelas bawah proporsi pengeluaran untuk makanan lebih besar, sebaliknya di kelas menengah atas proporsi pengeluaran lebih besar untuk non food,”

“Namun karena kondisi ekonomi yang belum bagus, susah memprediksi seperti apa kondisi masa depan, nampaknya masyarakat di kelas ini pun menahan diri dalam pengeluaran. Mereka (kelas atas) ini cenderung pengeluarannya dialihkan untuk investasi,” imbuh dia.

Adapun investasi yang sering dilakukan oleh kelas menengah ialah asuransi, pendidikan, properti, dan penyimpanan uang di bank. “Pengeluaran mereka untuk rekreasi juga semakin meningkat. Digital life style juga semakin nampak di kelas ini,” tandas dia.

Anang menjelaskan, salah satu hal yang menarik ialah berkembangnya kelas menengah muslim sebagai penganut agama mayoritas di Indonesia. Perkembangan ini, Anang menduga, terus terjadi karena kesadaran agama yang mulai menguat.

“Dalam perkembangan sekarang, kelas menengah muslim semakin religius. Maka itu, tak heran tren hijab nampak sekali di kelas ini (menengah). Bisnis umroh dan wisata syariah akan semakin berkembang,” ia memprediksi.

“Sebelumnya yang berkembang hanya Bank Syariah, sekarang Asuransi Syariah juga turut berkembang. Wisata Syariah, juga ada Perumahan Syariah. Kosmetik untuk wanita hijab juga semakin marak,” pungkasnya.
Eveline Ramadhini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *