Edukasi Produk Halal, BMOIWI Selenggarakan TOT untuk Lintas Ormas

by

Banyak masyarakat tidak dapat membedakan antara produk halal dan haram, kecuali hanya dengan melihat logo LPPOM MUI.

Wartapilihan.com, Jakarta — Allah SWT telah memerintahkan kepada setiap muslim lewat firman-Nya, antara lain dalam Alquran surah al-Baqarah ayat 168-171 untuk mengonsumsi makanan halal. Maka itu, setiap umat beriman wajib melaksanakan perintah tersebut.

Dalam rangka mengedukasi masyarakat terkait produk halal-haram, Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) menyelenggarakan training of trainer (TOT) untuk organisasi masyarakat (Ormas) anggota BMOIWI. Ketua Presidium BMOIWI, dr. Aan Rohana menuturkan, training ini bertujuan menyiapkan para trainer agar dapat melakukan sosialisasi dan edukasi produk halal.

“Setelah pelatihan ini, diharapkan mereka dapat mengedukasi setiap pengurus Ormasnya sampai ke tingkat ranting,” kata dr Aan kepada Warta Pilihan, Sabtu (27/7).

“Dan setiap pengurus nanti dapat mensosialisasikan lagi ke masyarakat secara umum, sehingga masyarakat dapat menseleksi makanan yang akan dikonsumsi,” katanya melanjutkan.

Ia menuturkan, kegiatan TOT ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, masyarakat dapat terhindar dari penggunaan hal-hal yang diharamkan. Kedua, masyarakat dapat menerapkan pola hidup sehat.

“Lebih dari itu, dalam agama orang yang makanannya haram tidak akan dikabulkan doanya. Karena itu, mereka harus makan makanan yang halal saja agar doanya terkabul,” tutur dr Aan meyakinkan.

Selain itu, jelas dr Aan, kegiatan ini bertujuan untuk mempermudah para orang tua dan guru dalam mendidik putra-putri serta siswa-siswinya. Menurutnya, setiap anak yang tumbuh dari makanan yang halal, akan memiliki karakter yang baik dan mudah dalam menerima nasihat orang tua maupun gurunya.

“Tapi kalau (anak tumbuh) dari makanan yang haram, ini akan mempersulit orang tua dalam mendidik anaknya,” katanya.

Ia mengakui, saat ini masyarakat sulit membedakan antara produk halal dan haram, kecuali melihat logo LPPOM MUI yang tertera di kemasan. Sementara, produk haram yang tidak terdeteksi jumlahnya sangat banyak.

“Melalui TOT ini mudah-mudahan masyarakat melek halal dan tidak sembarangan dalam memilih makanan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut akan dilakukan secara berkala dengan menggandeng narasumber dari MUI dan LPPOM MUI. “Alhamdulilah kegiatan perdana ini peminatnya banyak dan mereka antusias mengikuti kegiatan sampai akhir,” tuturnya.

Hadir sebagai pemateri dari LPPOM MUI; Prof dr Purwanti dan dr Amalia, sedangkan dari MUI yaitu KH Shalahuddin Al Ayyubi. Diantara Ormas yang hadir yakni Al Irsyad, Muslimat Al Ittihadiyah, Muslimat Al Washliyah, BKMT, Persistri, dan Forsat.

“Terima kasih kepada MUI yang telah menyetujui program ini, juga para pembicara yang hadir dan memberikan arahan untuk masyarakat,” kata dr Aan lagi.

Adi Prawiranegara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *