Dukung Palestina, Persoalan Keimanan

by
foto:zuhdi

Permasalahan Palestina, bukan hanya permasalahan yang ditanggung seluruh rakyat Palestina. Tapi juga berkaitan dengan umat Islam Indonesia dan seluruh dunia di atas kalimat tauhid.

Wartapilihan.com, Jakarta –-Presiden Amerika Serikat Donald Trump rencananya akan memindahkan Kedubes Amerika dan Ibukota Tel Aviv ke Yerussalem (Baitul Maqdis) pada 14 Mei mendatang. Merespon hal itu, Spirit Of Aqsha yang dikomandoi Ustaz Bachtiar Nasir mengadkan aksi Indonesia bela Baitul Maqdis.

Ketua Panitia Syaefuddin Ahmad Syuhada mengapresiasi dukungan seluruh mujahid dan mujahidah. Atas segala ikhtiar dan potensinya, Allah berikan kesuksesan dalam acara 115 (11 Mei).

“Semoga Allah menjadikan amal shaleh dan dicatat oleh Allah Swt. Semoga bacaan tilawah antum membangkitkan ruh kita semua untuk tetap berada di barisan syuhada,” ujar Syaefudin di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (11/5).

Permasalahan Palestina, lanjut dia, bukan hanya permasalahan yang ditanggung seluruh rakyat Palestina. Tapi juga berkaitan dengan umat Islam Indonesia dan seluruh dunia di atas kalimat tauhid.

“Setiap kita yang memegang teguh kalimat tauhidnya, maka tidak akan melupakan perjuangan saudara di Palestina. Berikan kemampuan terbaik antum semua untuk membebaskan Al-Quds,” serunya.

Dalam kesempatan sama, ulama asli Minang Ustaz Zulkifli Ali menyampaikan pesan warga Minangkabau yang komitmen sejak dahulu hingga saat ini tetap mengorbankan seluruh kemampuannya untuk Islam dan Al-Aqsha.

Menurutnya, salah satu pembuktian keimanan adalah dengan memprioritaskan agenda umat dibanding agenda pribadi. Iman di akhir zaman berdasarkan hadist Rasulullah, lanjutnya, bukan di Makkah ataupun Madinah, namun di Palestina.

“Setiap yang beriman kepada nabi Muhammad, jangan anggap ini acara yang biasa. Tapi acara untuk membuktikan iman. Bahwa iman di akhir zaman terdapat di Syam,” terang dia.

Permasalahan masjid Al-Aqsha, kata Ustaz yang disapa “Ustaz Akhir Zaman” tidak akan berakhir. Al-Aqsha akan berakhir dalam hadist Rasulullah ketika Hawwalah tidak mampu mengumpulkan harta perjuangan untuk kejayaan Islam.

Mengakhiri orasinya, Ustaz Zulkifli memotivasi para ulama dan seluruh peserta aksi untuk tidak phobia berbicara politik di masjid. Sebab, agama dan politik merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

“Dengan kekuasaan yang baik kita semua dapat menggunakannya untuk kebaikan yang lebih luas seperti membantu saudara-saudara di Palestina dalam pembebasan Baitul Maqdis,” pungkasnya.

Ahmad Zuhdi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *