Dari Wartawan Untuk Rohingya

by
Foto: Zuhdi

Jejaring Jurnalis Muslim dari Jadebotabek hingga Aceh tersebut, berhasil menghimpun dana dalam sepekan sebanyak Rp. 13.615.145. Donasi bantuan tersebut untuk mendukung Program Solidaritas Dunia Islam, khususnya Muslim Rohingya yang diamanahkan kepada LAZNAS Dewan Dakwah.

Wartapilihan.com, Jakarta –Kumpulan Jurnalis Muslim yang tergabung dalam Forum Jurnalis Muslim (Forjim) menyerahkan donasi bantuan untuk Muslim Rohingya kepada Laznas Dewan Dakwah di Masjid Al Furqon, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jum’at (9/9/2017).

Donasi bantuan kemanusian Forjim Solidarity secara simbolik dilakukan oleh Ketua Divisi Hubungan Antar Lembaga Forjim, Nuim Hidayat kepada Direktur Eksekutif Laznas Dewan Dakwah H Ade Salamun.

“Ini tentu perlu kita terus galang bersama, kalau para jurnalisnya sudah maju ke depan menyuarakan aksi kemanusiaan seperti ini, tentu yang lain akan ikut. Ini contoh yang luar biasa,” kata Ade Salamun.

Sebab, lanjut Ade Salamun, peran jurnalis sangat membawa pengaruh signifikan terhadap awareness masyarakat. Dia berharap, para jurnalis terus menyuarakan kepedulian terhadap muslim Rohingya, sehingga dukungan terus mengalir melalui lembaga-lembaga zakat.

“Jumlah pengungsi juga sangat banyak  dan ini tidak bisa didukung oleh satu atau dua lembaga. Lembaga-lembaga luar juga membantu dan kita harus menunjukan di garda terdepan karena Indonesia mayoritas muslim terbesar,” ujarnya.

Secara bersamaan, Radio Dakta 107 FM, diwakili oleh Ustadz Warsono, juga menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk Muslim Rohingya sebesar Rp. 12.100.500.

InsyaAllah dana yang telah diserahkan Forjim kepada Laznas Dewan Dakwah akan disampaikan kepada perwakilan Laznas Dewan Dakwah yang telah membuka Posko Kemanusiaan di perbatasan Bangladesh-Myanmar.

Pembina Forjim Nuim Hidayat menyatakan, para wartawan tidak hanya tergerak secara tulisan, tetapi juga harus tergerak secara harta dan jiwa raga. Sebagaimana Rasulullah bersabda, “Berjihadlah memerangi orang musyrik dengan harta kamu, jiwa kamu dan lisan atau tulisan kamu”.

“Jadi apabila wartawan Muslim berjihad dengan harta dan tulisan berarti telah mengamalkan sabda rasulullah,” ucapnya.

Artinya, jelas Nuim, tugas wartawan muslim adalah terus memberitakan apa yang terjadi di Myanmar. Sebab, apabila tidak diberitakan maka akan muncul berita-berita tandingan yang memojokkan umat Islam di Rakhine State. Sebelumnya, Aung San Syu Kii mengatakan jangan percaya dengan foto-foto yang beredar di media sosial, itu hoax.

“Padahal hoax hanya sedikit saja, lebih di dominasi dengan kejadian nyata. Jadi mereka mau memutar balikan fakta agar masyarakat bingung terhadap kejadian yang sebenarnya di Myanmar. Hal-hal seperti ini harus kita serang karena mereka telah melakukan kebohongan besar selain pembunuhan massal,” saran Nuim Hidayat.

Dalam siaran pers sebelumnya, Forjim mengutuk tindakan keji pemerintah Myanmar yang telah membakar, mengusir, dan membunuh muslim Rohingya di Myanmar.

Dalam Car Free Day, Forjim bersama sejumlah elemen masyarakat, berkumpul di Bunderan HI untuk menyatakan kepedulian dan keprihatinannya terhadap saudara Muslim Rohingya.

Saat Aksi Kemanusian itu, Forjim menggelar poster perlawanan dan penolakan atas kekerasan dan kebiadaban yang dilakukan Pemerintah dan tentara Myanmar yang didukung oleh biksu Buddha setempat.

“Myanmar, Get Out of My Country”, “Coret Myanmar dari Asian Games 2018”, Biksu Buddha, Ashin Wirathu dan Aung San Suu Ky “The Real Dracula Terroris”, #SaveRohingya, menjadi tagline dalam poster Forjim.

Ahmad Zuhdi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *