Dakta, Dewan Da’wah, dan Bantuan ke Lombok

by
foto:istimewa

Kepedulian semua pihak menjadi keniscayaan untuk memulihkan kembali Lombok sebagai daerah julukan Pulau Seribu Masjid.

Wartapilihan.com, Jakarta –– Banyak cara dalam menyikapi musibah yang datang silih berganti. Salah duanya adalah merenungkan sebabnya dan memberikan kontribusi terbaik untuk saudara yang terdampak bencana. Seperti gempa bumi yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Ahad (5/8) lalu.

Direktur Utama Dakta Media Network Andi Kosala mengatakan, kesulitan yang dialami saudara di Lombok seperti kesulitan pangan, air bersih, pakaian layak pakai, hunian tempat tinggal bahkan rasa trauma berlebihan harus mendapat perhatian khusus.

Dakta Peduli yang sejak tsunami 2004 lalu melakukan aksi kemanusiaan di Aceh, konflik Palestina, Suriah, hingga Rohingya, dan bencana Lombok terus mengikhtiarkan kontribusi terbaik untuk saudara terdampak bencana.

“Berkaca pengalaman kami di Aceh, bantuan tidak melulu soal barang. Tapi juga dapat diupayakan seperti trauma healing yang diselenggarakan LAZNAS Dewan Da’wah,” ujar Andi kepada Wartapilihan.com usai pelepasan truk kemanusiaan Dakta Peduli bekerjasama dengan TATA Motors dan LAZNAS Dewan Da’wah di bilangan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (27/8).

Dalam kesempatan tersebut, Andi mengapresiasi khusus kegiatan trauma healing yang dilakukan LAZNAS Dewan Da’wah dengan wujud Sekolah Hatiku Senang. Namun, kata dia, Dewan Da’wah harus menyiapkan psikolog muslim yang mampu membangkitkan kembali semangat dan asa masyarakat Lombok dalam jangka panjang. Pasalnya, banyak terjadi pendangkalan aqidah yang dilakukan misionaris dan masuknya aliran sesat dengan dalih melakukan aksi kemanusiaan.

“Pemerintah mengatakan bahwa pemulihan akan selesai dalam waktu enam bulan. Apakah cukup? Menurut saya, perbaikan mental sangat penting, bukan saja infrastruktur,” katanya.

Karena itu, ungkap Andi, kepedulian semua pihak menjadi keniscayaan untuk memulihkan kembali Lombok sebagai daerah julukan Pulau Seribu Masjid.

“Alhamdulillah selain terkumpul dana Rp200 juta dari pendengar Dakta, kami juga mendapatkan support yang begitu besar dari Tata Motors dan Dewan Da’wah. Sehingga sinergitas yang terbentuk dari kami ini diharapkan berkelanjutan, karena penanganan korban gempa Lombok tidak cukup satu dua kali,” tandasnya.

Dalam kesempatan sama, Ketua Umum Dewan Da’wah Ustaz Mohammad Siddik mengatakan, sejak didirikan tahun 1967 oleh Perdana Menteri Muhammad Natsir, Dewan Da’wah fokus pada bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan dakwah. Karena itu, Dewan Da’wah di kepemimpinan Siddik mengusung tagline “Selamatkan dan Bangun Indonesia dan Da’wah.”

“Kegiatan kami yang sangat menonjol adalah di bidang kemanusiaan. Memberikan bantuan langsung kepada korban bencana alam, seperti tsunami di Aceh maupun yang terakhir dihadapi di Lombok ini,” ujar Siddik.

Siddik menjelaskan, Indonesia dengan kekayaan alam melimpah tidak luput dari bencana. Selain sebab alam seperti pergeseran lempengan bumi, kata Siddik, tak dipungkiri akibat perbuatan maksiat yang dilakukan segelintir orang, masyarakat luas merasakan dampaknya.

“Negara kita tidak sepi dari bencana. Awal Agustus saat terjadi gempa pada Ahad (5/8), kami langsung mengutus Dewan Da’wah Bali untuk terjun membawa pakaian, pangan, selimut dan kebutuhan lainnya. Untuk itu, LAZNAS terus berikhtiar dalam melaksanakan aksi-aksi kemanusiaan sebagai bagian dari dakwah bil hal,” pungkasnya.

Presiden Direktur Tata Motors Indonesia, Biswadev Singupta menambahkan, pihaknya ke depan tidak hanya menyalurkan CSR (corporate social responsibility) dalam bencana alam, tapi juga pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kreatif.

“Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik. Kami terus berkomitmen untuk mengalokasikan dana CSR untuk kebaikan bangsa Indonesia,” ujar dia.

Armada truk kemanusiaan dilepas langsung oleh Direktur Utama Dakta Media Network Andi Kosala, Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Ustadz Muhammad Sidik, dan Presiden Direktur Tata Motors Indonesia Biswadev Singupta.

Ahmad Zuhdi