Asrorun Niam: Warga NU Enggan Pilih Ahok

by
Asrorun Niam Soleh. Foto: Pizaro/Warta Pilihan

Wartapilihan.com, Jakarta – Luka warga Nahdlatul Ulama (NU) masih membekas atas ucapan Ahok kepada Rois Aam PBNU. Rasa ketersinggungan itu membuat warga NU enggan memilih Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta pada 15 Februari mendatang.

“Kalau kesinggung, masak memilih yang sudah menyinggung kita?” ujar Sekretaris Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr HM Asrorun Ni’am Sholeh di Kantor PWNU DKI Jakarta, Selasa (7/2/2017).

Niam, yang hadir di PWNU DKI untuk menemani Kiai Ma’ruf Amin, mengakui alangkah wajar jika warga NU marah ketika kiai-nya dihina. Kalau ulama dhinia, pasti santrinya marah. Walau Kiai Ma’ruf tidak menampakkan raut wajah marah.

“Untuk itu, Kiai Ma’ruf melakukan pertemuan ini (silaturahim Rois Aam dengan PWNU DKI) untuk memastikan kondusifitas. Jangan sampai ini tidak terkontrol,” kata pria yang juga menjabat Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat ini.

Namun demikian, Niam menegaskan silaturahim Rois Aam dengan PWNU DKI, tidak spesifik hanya membahas persoalan Ahok. “Ini koordinasi aja untuk kepentingan yang lebih besar. Terlalu kecil hanya untuk Ahok.”

Niam mengatakan NU memiliki prinsip untuk tidak memilih pemimpin non muslim. Hal ini juga sudah dituangkan dalam keputusan dalam Muktamar Lirboyo pada tahun 1999.

“Kecuali darurat. Darurat itu kalau tidak ada pilihan lain,” katanya.

Sebagai organisasi, NU mengikuti petunjuk Rois Aam dan Ketua Umum PBNU. Sementara PBNU sudah mengeluarkan sikap bahwa sikap Ahok salah.

“Kita ma’mum sama Rois Aam kita. Jamaah itu kan tidak boleh menyalip. Kalau ada jamaah yang menyalip itu off side,” imbuh Niam.

Reporter: Pizaro