Aa’ Gym Doakan Trump Diberi Hidayah

by
foto: Aa' Gym berorasi di Monas. Foto: Zuhdi

Cuaca gelap dan hujan rintik-rintik yang menyelimuti kawasan Monumen Nasional (Monas) tidak mengendorkan semangat umat Islam dalam melakukan Aksi Bela Palestina.

Wartapilihan.com, Jakarta –Abdullah Gymnastiar atau disapa akrab Aa’Gym memulai orasinya dengan memanjatkan doa untuk bangsa Palestina agar diberikan kemerdekaan dan dilepaskan dari segala kedzaliman.

“Sesungguhnya Rasulullah diutus ke muka bumi untuk menyempurnakan akhlaq. Jikalau ingin tahu umat Islam imannya, maka cirinya khusnul khuluq. Yaitu orang yang paling baik akhlaqnya,” ujarnya.

Betapapun umat Islam sangat terluka dengan pernyataan Trump, pimpinan pondok pesantren Daarut Tauhid itu meminta massa aksi untuk menjaga akhlaknya dan tidak melakukan protes di luar akhlaqul karimah sebagai seorang muslim.

“Jaga lisan, jaga perilaku dan jaga hati. Pernahkah Rasulullah pernah berkata keji? Setiap ucapan kita akan di pertanggungjawabkan. Maka, berlaku adillah karena adil itu mendekatkan kepada Taqwa,” tuturnya.

Kendati pernyataan Donald Trump sangat melukai pernyataan umat Islam, Aa’Gym mendoakan agar dia diberikan hidayah oleh Allah dan menggunakan kekuasaannya untuk menegakkan kebaikan.

“Tidak seluruh orang Amerika seperti Donald Trump. Sebetulnya yang ditakuti Israel adalah bersatunya umat Islam. 350 tahun Indonesia dijajah karena politik devide et impera (strategi adu domba),” tukas Aa’Gym.

Aa’Gym mengingatkan peserta aksi tentang surat Al-Hujurat yang menjelaskan umat Islam bersaudara meskipun berbeda organisasi. Ada tiga larangan terhadap umat Islam yang hendak menjaga persaudaraanya kata Aa’Gym.

“Pertama, tidak saling mencela. Kedua, tidak memanggil dengan panggilan buruk dan ketiga menjauhakn diri dari berburuk sangka,” ucap Aa.

“Mudah-mudahan kita semangat membela Palestina, menjaga akhlaq dan biarlah Allah yang akan memberikan kemenangan terhadap Palestina,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Aa’Gym mempersilakan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin untuk menyampaikan orasinya. Namun, massa aksi lebih dahulu meneriakan penolakan dan meminta Menag turun dari panggung utama.

Menag mengatakan, pemerintah Indonesia terus berkomitmen dalam mendorong kemerdekaan Palestina sesuai amanat konstitusi.

“Hadirin apakah saya bisa melanjutkan (orasi)?,” tanya Menag.

“Sebagai Menteri Agama saya ingin menyampaikan rasa syukur kepada MUI, Ormas Islam dan seluruh pihak yang telah memprakarsai acara ini. Saya hadir disini untuk ikut-ikut bersama memanjatkan doa agar bangsa Palestina segera diangkat oleh Allah SWT,” imbuhnya.

Menag menjelaskan, dirinya sempat ditanya apakah layak hadir dalam Aksi Bela Palestina tersebut. Dia menjawab, hal itu merupakan tugas pemerintah untuk menentang segala bentuk penjajahan di atas muka bumi.

“Para hadirin, Bapak Presiden kita langsung menyampakan dengan Kepala-Kepala Negara di OKI (Organisasi Konferensi Islam). Ini tentu bukan riya dan bukan sombong. Ini merupakan tahaddus bin nikmah,” terang Menag.

Menag menyampaikan, dalam pertemuan tersebut setiap Negara dalam OKI tidak mengakui pernyataan sepihak dan mengajak negara-negara yang tergabung kembali ke Resolusi PBB Tahun 1960.

“Intinya, kami hadir disini bersama seluruh warga Indonesia untuk bersama menjaga Palestina,” ucapnya diiringi sorakan oleh peserta aksi.

Massa aksi sempat memanas ketika Menag memulai orasi sampai akhir dia menyampaikan. Namun, gelombang reaksi dari masa dapat diredam dengan shalawat oleh panitia aksi.

Ahmad Zuhdi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *