Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berada di perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, dilaporkan kembali mengalami peningkatan signifikan hari ini. Otoritas keamanan laut bersama instansi terkait langsung memperketat pengawasan di sekitar kawasan gunung api aktif tersebut guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Wartapilihan.com, LAMPUNG SELATAN, 23 Juni 2026 — Berdasarkan laporan langsung dari Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Sebesi Bersatu pada Selasa (23/6/2026) pukul 10.00 WIB, Gunung Anak Krakatau terpantau berada dalam kondisi erupsi dengan aktivitas kegempaan yang fluktuatif. Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang terpantau membubung di atas puncak kawah utama.
Deteksi Satelit dan Lonjakan Seismik
Peningkatan aktivitas ini sejatinya telah terdeteksi sejak pertengahan Juni 2026. Data dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta analisis citra satelit Copernicus mengonfirmasi adanya lonjakan gempa vulkanik dangkal yang cukup intens. Selain itu, citra satelit juga menangkap kemunculan titik panas (hotspot) bersuhu tinggi di area kawah utama, menandakan adanya pergerakan magma yang mendekati permukaan.
Meskipun menunjukkan gejala peningkatan aktivitas yang dinamis, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan bahwa status kebencanaan Gunung Anak Krakatau saat ini masih bertahan di Level II (Waspada).
Patroli Laut dan Larangan Mendekat
Merespons perkembangan situasi tersebut, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Lampung Selatan langsung bergerak cepat melakukan patroli imbauan di sekitar perairan Selat Sunda. Langkah preventif ini diambil untuk memastikan tidak ada nelayan, wisatawan, maupun masyarakat pesisir yang mendekati zona bahaya.
Petugas kepolisian menyisir perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau untuk memberikan edukasi langsung kepada para nelayan tradisional yang kerap mencari ikan di sekitar kawasan tersebut. Otoritas menegaskan aturan ketat agar semua pihak mematuhi rekomendasi jarak aman demi keselamatan bersama.
“Kami mengimbau dengan sangat kepada masyarakat, nelayan, maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Keselamatan adalah prioritas utama,” ujar perwakilan Satpolairud Polres Lampung Selatan dalam patroli lautnya hari ini.
Kondisi Pulau Sebesi dan Sekitarnya
Pulau Sebesi, pemukiman penduduk terdekat yang berjarak sekitar 19 kilometer dari kawah aktif, saat ini masih terpantau aman dan kondusif. Warga setempat yang tergabung dalam Pokmaswas terus melakukan koordinasi melekat dengan Pos Pengamatan Gunung Api di Hargopancuran, Rajabasa, guna memantau perkembangan visual maupun suara dentuman dari gunung api tersebut.
Pihak berwenang meminta warga di pesisir Banten dan Lampung untuk tidak terpancing oleh isu-isu bohong (hoax) terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada informasi resmi yang dirilis oleh aplikasi MAGMA Indonesia, PVMBG, atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Panduan Keselamatan Level II (Waspada) Gunung Anak Krakatau:
- Patuhi Radius Aman: Dilarang mendekat dalam jarak 2 km dari kawah aktif.
- Siapkan Masker: Siapkan pelindung pernapasan (masker) untuk mengantisipasi jika terjadi hujan abu tipis di wilayah sekitar.
- Pantau Informasi Resmi: Selalu perbarui informasi melalui kanal resmi Kementerian ESDM/PVMBG dan hindari meneruskan pesan berantai yang tidak jelas sumbernya.
[AF]

