PERTAMA KALI, SANTRI SMA TULIS SKRIPSI SERIUS TENTANG PEMIKIRAN HAJI RASUL (AYAH BUYA HAMKA).

by
Screenshot

Rabu (10/6/2026), Pesantren At-Taqwa Depok kembali mencatat prestasi intelektual yang sangat patut disyukuri. Hari itu, Farrel AW (19 tahun), santri tingkat SMA Pesantren At-Taqwa Depok, lulus ujian skrupsi dengan judul : “Biografi dan Pemikiran Pendidikan Haji Abdul Karim Amrullah (HAKA)”.

HAKA adalah ulama besar asal Sumatera Barat yang juga ayah dari Buya Hamka. Sang penulis, Farrel AW, juga merupakan cicit Buya Hamka. Selama beberapa bulan Farrel melakukan penelitian cukup serius, sampai menelaah beberapa manuskrip karya HAKA dan datang langsung ke Maninjau Sumatra Barat.

Dalam ujian, Farrel diuji oleh tiga pimpinan Pesantren At-Taqwa Depok, yaitu Dr. Adian Husaini, Dr. Muhammad Ardiansyah, dan Dr. Suidat. Tim penguji menilai skripsi ini sangat bagus, meskipun harus ada beberapa perbaikan dan penyempurnaan. InsyaAllah segera diterbitkan menjadi buku.

Dr. Adian menilai skripsi Farrel ini sekualitas Tesis S2.  Ia meminta Farrel menyempurnakan skripsinya dengan lebih memperjelas lagi konsep pendidikan HAKA. InsyaAllah, skripsi ini akan memberikan sumbangan yang berarti bagi peningkatan kualitas pendidikan di Sumatera Barat.

Alhamdulillah, setelah lulus SMA, Farrel AW melanjutkan kuliah ke kampus perjuangan: STID M NATSIR DDII. InsyaAllah di kampus ini, pembinaan intelektual dan adabnya serta jiwa dakwahnya bisa terus dilanjutkan! (Lihat: Video Farrel https://www.instagram.com/reel/DW2YQGVj6Cb/?igsh=MWR2MGZtOTA5cjB4dA==).

Keputusan Farrel melanjutkan kuliah ke kampus STID M Natsir, merupakan keputusan yang berani dan tepat. Sebab, kampus ini telah terbukti melahirkan ribuan pejuang dakwah  dan pemimpin masyarakat. (https://stidnatsir.ac.id/2024/08/25-tahun-stid-mohammad-natsir-lahirkan-ribuan-dai-dan-pemimpin-negeri/).

Farrel telah mempresentasikan makalah di sejumlah kampus:

  • Tahun 2025, di RZS-CASIS Universiti Teknologi Malaysia dengan judul: “Western Tragedy in Popular Postmodern Literature: A Critique Based On Al-Attas Islamic Worldview”.
  • Tahun 2024, mempresentasikan makalahnya berjudul “Achieving Perfection Through Islamic Education” di Masjid Salman ITB, Bandung.
  • Tahun 2024, presentasi makalah di Kampus STID M Natsir dengan judul: “Hamka dan Barat: Respon Hamka terhadap Pembaratan Indonesia.”

Ia kemudian meluncurkan bukunya, “Hamka dan Westernisasi Indonesia” di Rumah Hamka Malaysia (Ruhama), pada 16 November 2025. (https://pwmu.co/ketokohan-buya-hamka-bersinar-kembali-melalui-tulisan-sang-cicit/; https://attaqwa.id/liputan/baca/peluncuran-buku-pertama-cicit-buya-hamka-di-rumah-hamka-malaysia).

Bukunya itu kemudian diserahkan kepada Menteri Pendidikan Malaysia dan Indonesia. (https://attaqwa.id/liputan/baca/buku-santri-sma-at-taqwa-depok-diterima-menteri-pendidikan-malaysia-dan-indonesia).

Dengan memilih kuliah di STID M Natsir, Farrel mengikuti jejak beberapa pendahulunya, seperti Azzam Habibullah, Fatih Madini, Nabil Abdurrahman, Ali Sina, Reisya Calista, Raihan, dan sebagainya. Para mahasiswa STID M Natsir kelas khusus ini telah dikenal sebagai guru, penulis, dan pegiat literasi beradab. (NB. PENDAFTARAN STID M NATSIR: KELAS KHUSUS JURNALISTIK DAN PEMIKIRAN ISLAM:  0813-8048-9347).