by Iwan Hasanul Akmal
Kita adalah makhluk.
Sedikit lebih cerdas, lebih pintar, lebih beradab dari hewan.
Tapi…
Semua yang ada pada diri kita, asalnya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kepintaran, kecerdasan, kekayaan, kedudukan…
Semuanya rahmat. Sekaligus ujian.
Untuk apa kita gunakan?
Anjing dan kucing saja setia pada tuannya.
Padahal cuma dikasih makan.
Dan makanan itu pun dari Allah.
Lalu kenapa kebanyakan manusia tidak setia pada Tuannya, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala ?
Mereka masih memilih sekular, demokrasi, dan hukum buatan manusia…
Daripada syariat Allah ?
Sebabnya satu:
Jahil dalam ilmu Tauhid.
Yang diambil cuma pohon, cabang, ranting, ujung-ujung.
Bahkan ada yang kulit-kulitnya saja pun tidak diambil.
Sholat, zakat, shaum, haji ikut perintah Allah.
Tapi, undang-undang, hukum, dan kesetiaan ikut penguasa.
Mereka percaya Pencipta alam semesta adalah Allah.
Tapi hanya percaya.
Belum meyakini dengan _haqqul yaqin_.
Mari saya beri tahu bedanya “percaya” dan “yakin”.
Ada seorang jago tembak.
Dia bisa menembak burung yang terbang.
Bisa menembak bola golf yang dilempar ke udara.
Lalu dia tanya orang-orang :
“Yakinkah kalian saya jago tembak?”
“Yakin!” jawab mereka.
Tapi ketika bola golf diletakkan di atas kepala mereka…
Siap untuk ditembak.
Mereka buru-buru lemparkan bola itu.
Takut peluru nyasar ke jidat.
Benarkah mereka yakin?
Tidak.
Mereka hanya percaya. Tapi belum yakin.
Begitulah kebanyakan Muslim hari ini.
Percaya Allah satu-satunya Pencipta dan Penguasa.
Tapi belum yakin bahwa dengan iman tauhid Allah mampu menjadikan mereka setia.
Setia seperti monyet dan anjing pada tuannya, dan bahkan lebih lagi .
Tapi mereka enggan belajar iman Tauhid dan enggan menjalankan syariat yang Allah perintahkan.
Mereka lebih yakin sekularisme gagasan John Locke, Rousseau, Montesquieu, Adam Smith, bahkan Machiavellisme sebagai solusi hidup dan bernegara.
Mereka lebih yakin kepada demokrasi ciptaan Cliesthenes, yang diusung Freemason dan Illuminati di revolusi Prancis, dan Abraham Lincoln di Amerika….
Lebih baik dari sistem Islam untuk mengurus negara.
Itulah kebanyakan umat hari ini.
Percaya Allah Maha Adil dan Maha Kuasa…
Tapi belum sepenuhnya meyakininya.
Allah memperingatkan orang-orang seperti itu:
At-Takatsur: 1-8
Berbangga-bangga dalam memperbanyak dunia telah melalaikanmu.
Sampai kamu masuk ke dalam kubur.
Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui akibat perbuatanmu itu.
Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti…
Niscaya kamu tidak akan melakukannya._
Pasti kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim.
Kemudian kamu pasti benar-benar akan melihatnya dengan ainul yaqin.
Kemudian kamu pasti benar-benar akan ditanya pada hari itu…
Tentang kenikmatan yang megah di dunia itu.
Juni 11 – 2026

